Cegah dan Peduli Talasemia

  • 11 Mei 2026 18:51 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Talasemia merupakan gangguan darah yang bersifat genetik dan diwariskan, ditandai dengan produksi hemoglobin (Hb) yang tidak mencukupi, sehingga membuat sel darah merah rentan terhadap kerusakan (anemia kronis). Menurut keterangan dari @KemenkesRi, ini adalah kondisi di mana tubuh tidak mampu memproduksi hemoglobin dengan baik untuk mengangkut oksigen ke seluruh bagian tubuh.

Akibatnya, sel darah merah mudah rusak, dan individu yang mengalaminya harus menjalani transfusi darah secara teratur sepanjang hidup mereka. Thalassemia timbul akibat adanya mutasi genetik yang mengganggu proses pembentukan rantai globin dalam hemoglobin.

Terdapat dua jenis utama thalassemia: thalassemia alfa dan thalassemia beta. Thalassemia alfa terjadi akibat adanya mutasi pada gen rantai alfa globin, sedangkan thalassemia beta disebabkan oleh mutasi pada gen rantai beta globin. Kedua jenis thalassemia ini dapat diturunkan dari orang tua yang membawa gen abnormal.

Tanda-tanda thalassemia bervariasi, tergantung pada jenis dan tingkat keparahan penyakitnya. Beberapa gejala umum yang mungkin dialami oleh penderita thalassemia antara lain:

Kelelahan dan kelemahan.

Nafsu makan yang berkurang.

Pertumbuhan yang terhambat pada anak-anak.

Kulit tampak pucat.

Detak jantung yang lebih cepat.

Pembesaran organ seperti hati dan limpa.

Sering mengalami infeksi.

Kerapuhan tulang atau deformitas tulang dalam beberapa kasus.

Banyak individu yang hanya menjadi pembawa sifat (carrier) Talasemia terlihat sehat dan tidak merasakan gejala, sehingga seringkali tidak menyadari kondisi tersebut. Ini menjadi alasan pentingnya melakukan skrining darah sejak usia remaja atau pemeriksaan sebelum pernikahan untuk memutus mata rantai penurunan Talasemia Mayor pada anak.

Thalassemia adalah kondisi genetik yang diturunkan, sehingga upaya pencegahan secara keseluruhan tidak dapat dilakukan. Namun, terdapat beberapa langkah yang bisa diambil untuk meminimalkan risiko thalassemia, antara lain:

Konseling Genetik: Melakukan konseling genetik sebelum menikah atau hamil dapat membantu pasangan memahami risiko thalassemia dan mengambil keputusan yang bijaksana.

Skrining Pranatal: Skrining untuk mendeteksi thalassemia pada janin dapat dilakukan selama masa kehamilan.

Berita baiknya, kini akses untuk mendeteksi Talasemia semakin mudah. Melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas, skrining ditujukan bagi Balita berusia dua tahun dan anak yang duduk di kelas tujuh.

(Syurie Ariandani)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....