Belum Optimal, Menteri Lingkungan Hidup Akan Audit PLTSa Putri Cempo

  • 30 Mar 2026 00:51 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Hanif Faisol Nurofiq menilai operasional Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa Putri Cempo Solo belum optimal dalam mengolah sampah hingga terjadi penumpukan.

Hal itu dikatakannya setelah melakukan kunjungan langsung ke PLTSa Putri Cempo ditemani Wali Kota Solo, Respati Ardi pada Sabtu, 28 Maret 2026. Menurutnya setelah berdiskusi, diputuskan nantinya Kementerian Lingkungan Hidup akan melakukan audit.

"Sejak dioperasionalkan sampai hari ini tidak efekti. Kami bersama pak Wali mengkaji dengan serius dan detail permasalahan utama. Dari diskusi maka Kementerian Lingkungan Hidup akan melakukan audit terkait dengan financial appraisal dengan kelayakan operasional PLTSa Putri Cempo," kata Hanif Faisol Nurofiq.

PLTSa Putri Cempo sendiri dikatakan Hanif sangat berbeda karena menggunakan sistem gasifikasi yang pengelolaan sampahnya tidak dibakar langsung. Pengkhususan PLTSa Putri Cempo ini dikatakan Menteri Lingkungan Hidup memang perlu untuk dilakukan audit.

Investigasi yang akan dilakukan nantinya akan mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 109 tahun 2025. Sehingga perlu adanya diskusi lebih lanjut secara nasional untuk bisa menyelamatkan dan mengoptimalisasi pengelolaan PLTSa Putri Cempo.

Ditambahkan Hanif Faisol Nurofiq, dirinya juga mengingatkan pengelolaan sampah dari hulu. Apalagi menurutnya pengelolaan sampah di Provinsi Jawa Tengah masih belum tinggi baru mencapai 27,5 persen dari jumlah sampah yang mencapai 17.300 ton per-hari. Sehingga pengelolaan sampah dari hulu sangat penting diterapkan.

"Langkah-langkah di hulu sangat penting, karena berkontribusi serius mencapai 70-80 persen menangani persoalan sampah. Para Kepala Dinas Lingkungan Hidup kita minta kembali turun ke rumah tangga-rumah tangga untuk segera melakukan pemilahan sampah. Tingkat pengelolaan sampah di Jawa Tengah tidak terlalu tinggi baru mencapai 27,5 persen dari jumlah sampah yang mencapai 17.300 ton per-hari," katanya menambahkan.

Secara fisik Jawa Tengah menurut Hanif juga, 83 persen TPA masih menerapkan open dumping. Dalam penanganan sendiri, Gubernur Jawa Tengah sudah membentuk satgas untuk mempercepat capaian pengelolaan sampah. Ditargetkan akhir 2026 tidak ada lagi TPA open dumping.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Solo, Herwin Tri Nugroho menjelaskan bahwa PLTSa Putri Cempo baru mampu mengolah 50-80 ton per-hari, padahal kiriman sampah setiap hari mencapai 300-400 ton.

"Kapasitas yang saat ini diolah sekitaran 50-80 ton per-hari, padahal yang masuk tiap hari rata-rata 300-400 ton. Pak Wali sudah melakukan pendalaman terkait problem-problem seperti apa dan mendorong pengelolaan sampai secara maksimal agar bisa ditemukan permasalahan yang terjadi," ucap Herwin Tri Nugroho. (JK)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....