Update Penyakit Campak di Indonesia
- 22 Mar 2026 18:56 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Hingga pertengahan Maret 2026, tercatat ada 54 kasus luar biasa penyakit campak di 37 kabupaten dan kota yang mencakup 13 provinsi di Indonesia. Angka ini menandakan perlunya kewaspadaan terhadap penyebaran campak yang cukup serius.
Menurut informasi dari @Kemenkesri, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melaporkan peningkatan kasus campak yang signifikan sejak awal tahun 2026. Data yang dirilis oleh Kemenkes per 23 Februari 2026 menunjukkan terdapat 8. 224 kasus suspek campak dan 4 kematian.
Selama periode yang sama di tahun 2026, telah dilaporkan 21 Kejadian Luar Biasa (KLB) suspek campak yang tersebar di 17 kabupaten dan kota dari 11 provinsi. Dari angka tersebut, sebanyak 13 KLB di 6 provinsi telah dikonfirmasi melalui laboratorium. Provinsi dengan jumlah KLB campak tertinggi adalah Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Gejala awal campak biasanya tidak muncul langsung sebagai ruam pada kulit. Penyakit ini biasanya dimulai dengan demam tinggi yang disertai batuk, pilek, dan radang pada mata atau konjungtivitis.
Tiga gejala tersebut sering disebut sebagai "3C", yaitu batuk, pilek, dan radang mata. Jika tidak ditangani dengan tepat, campak bisa menyebabkan berbagai komplikasi serius, terutama pada anak dengan imunitas yang lemah. Komplikasi yang mungkin timbul termasuk pneumonia, radang otak (ensefalitis), hingga gangguan penglihatan.
Sepanjang bulan Maret ini, Kemenkes fokus melaksanakan program Imunisasi Kejar atau outbreak response immunization (ORI) untuk meningkatkan perlindungan anak. Vaksin MR yang tersedia aman dan mudah diakses di puskesmas, posyandu, maupun di sekolah seperti TK dan PAUD.
Vaksin MR telah melalui uji keamanan oleh BPOM dan WHO. Oleh karena itu, jika setelah imunisasi anak mengalami demam ringan atau muncul sedikit ruam, itu adalah respons normal karena tubuhnya sedang membangun sistem kekebalan.
Ayo, jangan ragu untuk melengkapi program imunisasi anak. Pastikan status imunisasinya sudah lengkap supaya perlindungannya maksimal. Tetap berhati-hati dengan informasi yang beredar dan biasakan untuk memeriksa sumber resmi seperti kemkes. go. id.
(syurie Ariandani)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....