Sentra Solo Kemensos Akan Disulap Menjadi Sekolah Rakyat
- 11 Mar 2025 21:50 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Sentra Solo akan segera bertransformasi menjadi Sekolah Rakyat, salah satu dari 100 sekolah yang dicanangkan pemerintah pusat untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan program ini akan diluncurkan pada Juli mendatang, bertepatan dengan tahun ajaran baru.
Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono menjelaskan mandat pembangunan Sekolah Rakyat diberikan langsung oleh Presiden kepada Kemensos. Sekolah ini mengusung konsep pendidikan berasrama untuk jenjang SD hingga SMA, dengan kapasitas 1.000 siswa di setiap sekolah yang berdiri di atas lahan minimal 5 hektar.
“Kenapa Kemensos yang diberi mandat bukan Kemendikdasmen, karena sekolah ini khusus untuk masyarakat miskin. Anak-anak akan diasramakan, dididik, hingga nantinya bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Agus saat ditemui wartawan usai acara di Universitas Sebelas Maret (UNS) Tower, Senin (10/3/25).
Pihaknya mengatakan, di Kota Surakarta, lokasi sekolah ini akan menempati Sentra Solo yang sebelumnya merupakan fasilitas rehabilitasi sosial milik Kemensos. Gedung tersebut akan dialihfungsikan menjadi sekolah dengan fasilitas lengkap agar anak-anak kurang mampu mendapatkan pendidikan berkualitas.
“Jadi Kemensos sudah punya aset namanya Sentra. Sentra ini tempat rehabilitasi untuk Lansia, ada ODGJ, ada macam-macam. Itu yang nanti akan kita jadikan sebagai sekolah-sekolah rakyat. Untuk di Solo sendiri ada Sentra Solo,” katanya.
Kurikulum Sekolah Rakyat saat ini sedang disusun oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti), sementara tenaga pendidik dipersiapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen).
Selain di Solo, pembangunan Sekolah Rakyat juga akan diprioritaskan di daerah dengan populasi miskin tinggi seperti Jawa Timur, Jawa Barat, dan Banten.
“Jawa menjadi prioritas karena berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, jumlah penduduk miskin tertinggi ada di Jawa Timur, disusul Jawa Barat, lalu Jawa Tengah,” tambahnya.
Sementara itu, Agus Jabo Priyono juga menerima penghargaan sebagai alumni berprestasi UNS dalam perayaan Dies Natalis ke-49. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....