PPIH Debarkasi Solo Dorong Pemda Evaluasi Jumlah Armada Penjemputan Jemaah

  • 29 Jun 2026 21:48 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo memberikan evaluasi penting bagi pemerintah daerah terkait manajemen transportasi penjemputan jemaah dari asrama haji menuju daerah asal. Evaluasi ini dinilai krusial guna meningkatkan kenyamanan dan kelancaran kepulangan jemaah haji fase akhir.

Humas PPIH Debarkasi Solo, Nabila Azka Amalia mengungkapkan, secara umum operasional pendorongan jemaah di dalam area embarkasi sudah berjalan sangat baik. Kendati demikian, koordinasi di lini penjemputan oleh petugas daerah masih memerlukan pembenahan taktis ke depannya.

Nabila menjelaskan, salah satu kendala teknis yang kerap ditemukan di lapangan adalah ketidaksesuaian jumlah armada bus yang disediakan pemerintah daerah dengan jumlah rombongan jemaah dalam satu kloter. Penumpukan atau kebingungan posisi jemaah rawan terjadi saat proses pendorongan dari Ruang Muzdalifah menuju bus.

"Evaluasi dari kami untuk diembarkasi sendiri itu tidak ada. Mungkin lebih ke petugas daerah ya silakan untuk mengkondisikan dari proses perpulangan jemaah dari embarkasi ini ke daerah masing-masing. Mungkin lebih ditata lagi ke depannya. Mungkin contoh kayak pembagian bisnya bisa lebih dipermudah," ujarnya saat dikonfirmasi RRI, Senin 29 Juni 2026.

Lebih lanjut, Nabila menekankan pentingnya penyediaan sembilan armada bus untuk satu kloter utuh. Pengurangan unit menjadi delapan bus oleh beberapa pemerintah daerah selama masa pemulangan ini terbukti mengganggu konsentrasi jemaah yang sudah dalam kondisi kelelahan fisik.

"Mungkin untuk support dari pemerintah daerah mungkin yang masih ada bis yang terbatas kayak ini kan di satu kloter itu kan terbagi menjadi sembilan rombongan. Ketika nantinya dibagi hanya 8 bus, otomatis jemaah kan akan bingung karena kondisi mereka itu sudah tidak fokus. Intinya saya harus segera masuk ke bis, padahal di situ ada data sendiri-sendiri. Itu mungkin kendala yang bisa dikatakan untuk evaluasi ke depannya," ucapnya.

Nabila menyebut, setiap kloter haji secara regulasi terbagi ke dalam sembilan rombongan dengan data manifes masing-masing. Jika armada bus yang disediakan terbatas, skema pembagian rombongan di dalam kendaraan otomatis menjadi acak dan memicu hambatan waktu kepulangan.

"Mungkin kalau yang kemarin masih ada beberapa yang memberikan fasilitas 8 bus mungkin yang besok bisa dilakukan ditambah menjadi 9 bus karena itu akan berpengaruh dengan proses kepulangannya dari embarkasi menuju ke daerah masing-masing," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....