Antisipasi Kendala Fisik, Kemenag Siapkan Program Manasik Kesehatan Sejak Dini
- 24 Jun 2026 17:29 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Boyolali - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia tengah mematangkan terobosan baru berupa kewajiban mengikuti program manasik kesehatan bagi seluruh calon jemaah haji mulai musim mendatang. Program ini dirancang berdampingan dengan manasik ibadah guna menyiapkan ketahanan fisik jemaah sebelum bertolak ke Arab Saudi.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, pendekatan baru ini sengaja dimaksimalkan oleh pemerintah demi meminimalkan risiko gangguan kesehatan fatal saat jemaah berada di luar negeri. Melalui manasik kesehatan, tim medis akan diterjunkan sejak awal untuk memantau, mendampingi, serta mengintervensi pola hidup para calon jemaah haji agar memiliki tingkat kebugaran yang memadai.
“Artinya bukan hanya manasik ibadah tapi manasik kesehatan. Misalnya memastikan kesehatan mereka terjaga, termaintain, kemudian punya kebiasaan jalan kaki, olahraga. Kenapa? Karena 95% kegiatan ibadah haji itu adalah kegiatan fisik. Kalau fisiknya tidak siap maka nanti itu akan berdampak buruk terhadap keselamatan mereka di tanah suci. Jadi Masih kesehatan itu pendekatan yang akan kami maksimalkan tahun ini,” kata Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di Debarkasi Solo, Rabu 24 Juni 2026.
Dahnil memaparkan kesiapan fisik menjadi faktor kunci yang sering kali terabaikan oleh jemaah karena terlalu fokus pada aspek tata cara ibadah saja. Padahal, kondisi cuaca ekstrem dan padatnya rute pergerakan selama puncak haji menuntut ketahanan tubuh yang luar biasa agar jemaah dapat menyelesaikan seluruh rukun haji dengan selamat.
"Artinya bukan hanya manasik ibadah tapi manasik kesehatan. Misalnya memastikan kesehatan mereka terjaga, termaintain, kemudian punya kebiasaan jalan kaki, olahraga. Karena 95 persen kegiatan ibadah haji itu adalah kegiatan fisik. Kalau fisiknya tidak siap maka nanti itu akan berdampak buruk terhadap keselamatan mereka di tanah suci," ucapnya.
Wamenhaj menambahkan, bagi calon jemaah haji yang nantinya dinyatakan gagal berangkat setelah melewati rangkaian evaluasi manasik kesehatan dan penilaian medis, kementerian memastikan hak-hak mereka akan tetap terlindungi. Pemerintah saat ini tengah merumuskan beberapa skema alternatif penanganan yang akan ditawarkan kepada jemaah bersangkutan.
“Gagal berangkat ya kan nanti misalnya bisa dibadalkan bisa dibadalkan atau nanti skema-skema yang akan kami persiapkan untuk apa untuk ke tahun depan,” kata Dahnil.
Langkah preventif ini diharapkan mampu mengubah paradigma masyarakat agar mulai membangun kebiasaan hidup sehat semenjak mendapatkan kepastian porsi keberangkatan haji. Dengan pendampingan tim medis yang terstruktur sejak di dalam negeri, jemaah diharapkan dapat menjaga stabilitas kondisi tubuh mereka secara mandiri hingga operasional haji selesai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....