Menabung dari Hasil Tani, Mbah Harsono Siap Genapi Rukun Islam di Usia Senja
- 08 Mei 2026 18:41 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Di bawah kaki Gunung Lawu, tepatnya di Kecamatan Karangpandan, seorang kakek berusia 90 tahun bernama Harsono tengah membuktikan bahwa usia hanyalah deretan angka. Menjelang keberangkatannya ke Tanah Suci pada 10 Mei 2026 mendatang, ia secara rutin menaklukkan jalanan asrama dengan berjalan kaki sejauh 10 kilometer setiap hari.
Harsono yang tergabung dalam Kloter 59 ini tidak berjalan sendirian, melainkan ditemani sang istri setia, Maryam, yang juga telah memasuki usia senja. Latihan fisik ekstrem bagi ukuran lansia ini dilakukan dengan penuh kesadaran demi menjaga stamina saat menghadapi rukun haji di Arab Saudi nanti.
“Persiapan selama ini latihan jalan kaki, sudah sepuluh kilo setiap hari, satu hari istirahat satu hari berjalan sepuluh kilo berdua istri,” kata Harsono beberapa waktu lalu.
Perjalanan spritual Harsono menuju baitullah bukanlah proses instan yang diraih melalui kemewahan, melainkan buah dari kesabaran panjang. Sejak tahun 2010, pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini dengan telaten menyisihkan hasil panen dan penjualan lembu untuk ditabung sebagai ongkos naik haji.
Keteguhan hatinya membuahkan hasil saat ia resmi mendaftar pada tahun 2020 dan hanya perlu menunggu selama 6 tahun hingga panggilan suci itu tiba. Harsono merasa sangat bersyukur karena di usianya yang hampir satu abad, ia masih diberikan kesehatan lahir batin untuk melunasi seluruh persyaratan medis.
“Saya syukur kepada Allah bisa ibadah haji dengan selamat sehat, daftar tahun 2020 dan nunggunya enam tahun,” ucap Harsono dengan nada penuh syukur.
Seluruh perlengkapan haji, termasuk koper besar yang berisi kebutuhan selama 40 hari di Tanah Suci, kini telah berjejer rapi di sudut rumahnya. Meski langkah kakinya mungkin tak secepat dulu, semangat Harsono terpancar kuat melalui kedisiplinannya menjalankan vaksinasi meningitis hingga cek kesehatan berkala.
Bagi Harsono, keberangkatan ini adalah sebuah kemenangan atas doa-doa panjang yang dipanjatkan di sela waktu menggarap ladang. Ia berharap dapat menjalankan ibadah dengan mandiri dan pulang kembali ke Karanganyar sebagai haji yang mabrur bersama istri tercinta.
“Kopernya sudah siap, mohon doanya agar keberangkatan lancar dan sehat sampai tujuan,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....