Kisah Izzat Karimi Ramadhan, Jadi Calon Haji Termuda Kloter 10
- 04 Mei 2026 02:55 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Remaja berusia 17 tahun asal Kabupaten Pemalang, Izzat Karimi Ramadhan, menjadi calon haji termuda di Kloter 10.
Selain karena keunikannya sebagai calon haji termuda, namun Izzat Karimi Ramadhan juga memiliki cerita yang penuh haru sebelum akhirnya berangkat menuju ke tanah suci.
Tiket haji ini sebenarnya milik ayahnya dan ibunya yang sudah mendaftar sejak tahun 2013. Namun seiring waktu berjalan dan pendemi Covid-19, Izzat Karimi Ramadhan harus kehilangan ayahandanya yang meninggal terkena Covid-19.
"Kebetulan saya gantiin ayah saya. Ayah saya meninggal karena Covid-19. Jadi ayah saya tuh daftar tahun 2013 sama ibu saya dan tahun 2026 ini seharusnya jatah ayah saya tapi sudah dipanggil oleh Allah SWT, jadi saya disuruh ibu untuk menggantikan ayah saya gitu," kata Izzat Karimi Ramadhan saat ditemui pada Jumat, 24 April 2026.
Remaja berusia 17 tahun ini menceritakan bahwa ayahnya meninggal tahun 2020 saat dirinya masih berusia 12 tahun dan duduk dikelas satu atau tujuh Sekolah Menengah Pertama (SMP). Saat usia yang masih muda tersebut, ibunya sudah meminta dirinya untuk menggantikan sang ayah tapi belum diiyakannya.
Pada akhirnya Izzat Karimi Ramadhan baru mengiyakan keinginan ibunya tersebut saat dirinya sudah duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal itu lantaran Izzat baru berfikir bahwa ini adalah karunia dari Allah SWT untuk bisa berangkat ke tanah suci yang patut disyukuri.
Dalam mempersiapkan fisik dan mental menuju Mekkah, remaja asal Kabupaten Pemalang ini mengaku selalu rutin berolahraga, karena memang saat ini Izzat Karimi Ramadhan berencana melanjutkan pendidikannya di sekolah kedinasan yang mengedepankan pelatihan fisik.
"Kebetulan saya ingin melanjutkan sekolah kedinasan atau kampus kedinasan, jadi memang saya sering lari, terus juga sama ibu sering diajak main badminton kadang. Pokoknya semua olahraga saya cobain langsung," katanya menambahkan.
Selain kesiapan fisik, Izzat Karimi Ramadhan juga mengatakan harus belajar beradaptasi dengan para sesepuh, hal itu lantaran usianya yang paling muda dari rombongan jemaah di kloternya.
Meskipun senang bisa pergi ke tanah suci, namun Izzat Karimi Ramadhan mengaku sedih saat mengenang ayahnya yang harusnya berangkat ke Mekkah bersama ibunya. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....