Pemerintah Perketat Kesehatan Jemaah, Tekan Angka Kematian Haji

  • 02 Mei 2026 17:30 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali - Pemerintah memperketat pemeriksaan kesehatan jemaah haji guna menekan angka kematian selama pelaksanaan ibadah di Arab Saudi.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan jumlah jemaah wafat terbanyak.

“Kita ingin pastikan jemaah haji yang diberangkatkan itu memang benar-benar sehat,” ujarnya, Sabtu 2 Mei 2026.

Ia menambahkan, pemerintah bekerja sama dengan fasilitas kesehatan di Arab Saudi, termasuk rumah sakit dan klinik satelit.

“Tahun lalu tahun-tahun sebelumnya juga begitu maka salah satu komitmen kita meningkatkan kesehatan,” ucapnya.

Sementara itu, Kasi Humas PPIH Embarkasi Solo, Nabiila Azka Amaalia mengatakan, Jemaah haji yang masih dirawat di Embarkasi Solo sebanyak dua belas jemaah, delapan dirawat di Rumah Sakit Moewardi, satu jemaah haji di Rumah Sakit TNI Angkatan Udara, dan tiga jemaah haji dirawat di poliklinik Embarkasi Solo.

Ia juga menyampaikan pesan Menteri Haji dan Umrah kepada seluruh jemaah agar menjaga kondisi fisik sebelum keberangkatan.

“Dan untuk pesan dari Bapak Menteri Haji dan Umroh kepada jemaah haji terus menjaga kondisi fisiknya agar ketika jemaah haji berangkat menuju tanah suci jemaah sudah layak terbang dan memang di tahun 2026 ini istithah jemaah haji diperketat,” katanya.

Selain itu, terdapat jemaah yang dipulangkan dari embarkasi karena kondisi kesehatan.

“Jemaah yang dipulangkan dari Embarkasi Solo sampai saat ini sebanyak dua puluh tiga jemaah haji dan di situ juga ada pendamping dari jemaah haji,” ujarnya.

Hingga kini, tercatat tujuh jemaah meninggal dunia dan pemerintah berharap angka tersebut dapat ditekan. (Ase)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....