PPIH Embarkasi Solo Siapkan Bubur dan Mobil Khusus Jemaah Lansia

  • 26 Apr 2026 11:30 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo memperketat standar pelayanan ramah lansia pada operasional pemberangkatan haji 2026. Selain penerapan One Stop Service (OSS), petugas memberikan perhatian detail pada asupan nutrisi hingga moda transportasi khusus bagi jemaah lanjut usia untuk menjaga stamina mereka sebelum terbang ke Tanah Suci.

Ketua PPIH Embarkasi Solo, Fitriyanto, mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan menu makanan khusus bagi lansia yang membutuhkan tekstur lebih lembut, seperti bubur atau nasi lembek. Penyesuaian ini didasarkan pada data pemetaan dari setiap ketua kloter agar kebutuhan nutrisi jemaah lansia tetap terpenuhi dengan baik dan mudah dikunyah.

“Bagi lansia, kita siapkan makanan khusus seperti bubur atau nasi lembek dengan lauk yang dikukus agar mereka bisa mengunyah dengan baik. Sayurnya juga dibuat lebih empuk dibandingkan jemaah yang sehat supaya nutrisinya terlayani maksimal,” ujar Fitriyanto kepada RRI di Embarkasi Solo, Minggu 26 April 2026.

Fitriyanto mengatakan, prioritas layanan juga mencakup moda transportasi menuju bandara dengan menyediakan mobil Hiace khusus bagi lansia agar mereka tidak perlu menaiki bus yang memiliki tangga tinggi.

“Jemaah lansia tidak usah naik bus yang tinggi, kita siapkan mobil Hiace khusus atau ambulans jika diperlukan. Intinya semua layanan kita prioritaskan untuk beliau-beliau itu supaya bisa berangkat dalam keadaan sehat,” kata Fitriyanto.

Disisi lain, Fitriyanto, menambahkan, jemaah lansia mendapatkan prioritas utama melalui layanan One Stop Service (OSS) yang memangkas waktu antrean secara signifikan.

Setibanya di asrama, jemaah lansia langsung diarahkan untuk pemeriksaan akhir dan pemberian layanan administrasi tanpa harus menunggu lama. Hal ini dilakukan agar para tamu Allah yang sudah berusia senja bisa segera menuju kamar masing-masing untuk beristirahat guna menjaga kondisi fisik mereka.

“Kita memang mengutamakan lansia dan disabilitas, semua layanan kita prioritaskan untuk beliau-beliau itu. Begitu datang tidak usah menunggu lama, jemaah lansia langsung kita berikan layanan pemeriksaan akhir dan langsung istirahat,” ujarnya.

Adapun, hingga hari keenam operasional, total 15 kloter dengan jumlah 5.395 jemaah telah tiba di asrama. Sementara itu, jemaah yang telah sukses diberangkatkan menuju Madinah mencapai 5.013 orang dari 14 kloter, dengan pemantauan ketat terhadap delapan jemaah yang saat ini masih menjalani perawatan medis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....