Haji 2026: Embarkasi Solo Prioritaskan Layanan Ramah Lansia

  • 22 Apr 2026 11:44 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 resmi mengusung jargon ramah lansia, ramah disabilitas, dan ramah perempuan sebagai prioritas utama pelayanan di Embarkasi Solo.

Hal ini didasari oleh profil jemaah tahun ini yang didominasi oleh kelompok usia lanjut, di mana hampir 60 persen dari total jemaah berusia di atas 60 tahun.

Kesiapan petugas dalam melakukan pendorongan jemaah terlihat sejak kedatangan kloter perdana yang membawa puluhan pengguna kursi roda menuju Asrama Haji Donohudan pada Selasa, 21 April 2026.

Wakil Kepala Bidang Perbekalan PPIH Embarkasi Solo, David Jafar Saputra, mengatakan, pada pemberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama, tercatat sebanyak 31 jemaah harus menggunakan alat bantu kursi roda untuk beraktivitas.

Secara keseluruhan, kloter perdana ini membawa 360 orang yang terdiri dari 352 jemaah asal Kabupaten Tegal, dua jemaah asal Kota Surakarta, serta didampingi enam orang petugas.

Penambahan dua jemaah asal Surakarta tersebut dilakukan guna mengisi kuota kursi kosong (open seat) pada kloter awal karena pertimbangan jarak daerah yang paling dekat dengan embarkasi.

Untuk menyikapi besarnya persentase jemaah lansia, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo telah membentuk bidang khusus yakni Layanan Disabilitas.

Bidang ini memiliki tugas spesifik untuk memberikan pendampingan melekat bagi jemaah yang membutuhkan bantuan, baik yang menggunakan kursi roda maupun tongkat.

Selain itu, petugas di setiap bidang lainnya telah terintegrasi untuk melakukan pengawasan ketat mulai dari tahap penerimaan, akomodasi, hingga pemberangkatan ke tanah suci.

"Kami ada satu bidang layanan disabilitas yang memang bertugas khusus memberikan pendampingan untuk jemaah yang membutuhkan bantuan, misalnya yang pakai kursi roda atau tongkat. Kami juga mengintegrasi setiap bidang untuk memberikan pengawasan ekstra bagi jemaah lansia dan disabilitas baik di bagian penerimaan maupun akomodasi," ujar David, Selasa, 21 April 2026.

Pelayanan bagi jemaah lansia juga menyentuh aspek konsumsi dengan penyajian menu makanan khusus yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan mereka.

Jemaah yang mengalami kesulitan mobilitas tidak perlu khawatir, karena petugas akomodasi akan mengantarkan makanan langsung ke kamar masing-masing. Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan nutrisi seluruh jemaah tetap terpenuhi tanpa harus memaksakan diri menuju ruang makan komunal yang mungkin sulit dijangkau.

Pada hari pertama operasional, PPIH melaporkan kondisi kesehatan seluruh jemaah kloter satu terpantau stabil dan belum ada temuan jemaah yang jatuh sakit. Koordinasi antara tenaga medis dan tenaga pendukung terus diperkuat untuk memberikan perlindungan maksimal selama jemaah berada di asrama.

Kehadiran tenaga pendukung di setiap titik strategis diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi para tamu Allah, terutama bagi mereka yang berangkat tanpa pendamping keluarga.

"Mulai dari kedatangan jemaah, dari bis datang hingga menuju kamar, itu sudah penuh dengan pendampingan dan bantuan dorongan kursi roda dari tenaga pendukung. Kami pastikan layanan ini diberikan secara maksimal mulai dari awal hingga nanti jemaah siap diberangkatkan karena profil jemaah kita memang sebagian besar adalah lansia," kata David.

Penerapan standar pelayanan ramah lansia ini diharapkan dapat menjadi tolak ukur keberhasilan penyelenggaraan haji tahun ini di Embarkasi Solo. Dengan pengawasan yang dimulai sejak dini, risiko gangguan kesehatan pada jemaah diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin. (Dania/MI)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....