Penggilan Hati Heri Puryanta Dampingi Jemaah Calon Haji
- 29 Mei 2025 21:51 WIB
- Surakarta
KBRN, Boyolali: Membimbing dan mendampingi para tamu Allah sebagai seorang petugas haji bukanlah perkara mudah. Butuh pengalaman, pengetahuan, dan kekuatan fisik prima agar mampu memberikan pelayanan maksimal bagi calon jemaah haji.
Namun, bagi Heri Puryanta, seorang petugas haji asal Kabupaten Demak, amanah untuk mendampingi para jemaah calon haji ini adalah sebuah panggilan hati.
Menurut pria berusia 56 tahun itu, petugas haji adalah penggilan untuk memberikan layanan terbaik bagi setiap tamu Allah. Pengalamannya sebagai seorang jemaah haji di tahun 2024 lalu, menjadi modal kuat sebagai petugas haji.
"Kalau sebelumnya saya jemaah, kalau yang ini petugas. Sedikit ada pengalaman," katanya kepada RRI, beberapa waktu lalu.
Heri menceritakan, sebelum terpilih menjadi seorang petugas, ia harus menjalani serangkaian proses pendaftaran dan seleksi. Ia bersyukur, seluruh tahapan dapat dilalui dengan lancar hingga mendapat amanah sebagai petugas haji.
"Kalau yang jelas, petugas itu kan daftar lalu seleksi, kita ikuti alhamdulillah lolos, kita lanjut untuk menjadi petugas. Ini kebetulan saya juga mengurus KBIHU Darussalam, karena kan terpanggil untuk bisa mendampingi jamaah saya, ya saya daftar," ujarnya.
Tak ada persiapan khusus yang ia lakukan, hanya terus mendampingi para jemaah dalam menjalankan persiapan seperti manasik haji sebelum keberangkatan. Menurutnya, manasik haji juga memberi banyak ilmu baru yang sebelumnya tidak ia dapat dari menjadi seorang jemaah haji.
"Kalau persiapan khusus ndak, cuman kita menyiapkan jamaah, karena, kita kan manasik otomatis kalau manasik kita tetap ilmunya bertambah, disamping juga kita ada masukan dan dapat kepercayaan dari jamaah, tentunya semakin tambah wawasan tentang penghajian ini," ucapnya.
Heri menuturkan, dalam bertugas sebagai petugas haji di tahun 2025, aturan pembagian sarikah menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, di tahun sebelumnya sarikah hanya dibuat dalam 1 kelompok, namun saat ini terdapat 8 sarikah untuk para jemaah haji asal Indonesia.
Kebijakan pembagian sarikah ini, membuat banyak jemaah yang terpisah, seperti pasangan suami istri yang berbeda sarikah maupu keluarga pendamping. Meski begitu, Heri tetap berpikiran positif, dengan terus melakukan koordinasi dengan karu maupun ketua kloter saat di tanah suci.
"Itu kan tergantung visa yang terbit tidak serta merta langsung dapat, tapi kan berurutan terus, lha itu yang membuat istilahnya ada yang terpisah dari rombongan. Tapi insyaalah ada, disana kita di pertemukan juga, tetap, jelas koordinasi antar karom antar karu, ketua kloter," katanya.
Tak banyak yang menjadi harapan Heri selama bertugas sebagai petugas haji. Ia hanya berharap dapat selalu diberikan kesehatan sehingga dapat mendampingi dan melayani para tamu Allah selama di tanah suci mekkah.
"Mudah-mudahan diberi kesehatan selama mendampingi jamaah dari mulai berangkat hingga kembali ke tanah air," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....