Menjelang Lebaran Waspadai Peredaran Uang Palsu
- 06 Mar 2026 09:40 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Menjelang Ramadan dan lebaran, aktifitas transaksi tunai serta tradisi penukaran uang pecahan baru jelang memicu celah yang kerap dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab. Sehubungan hal itu masyarakat di Solo Raya dan sekitarnya agar lebih berhati-hati karena tidak menutup kemungkinan potensi peredaran uang palsu, seperti terjadi diwilayah hukum Klaten yang saat ini masih dalam penanganan pihak berwajib. Himbauan itu disiarkan pada komentar buletin Warta Pagi RRI Surakarta Rabu, 4 Maret 2026.
Penulis komentar, Agus Yoga mengatakan untuk meminimalisir peredaran uang palsu, warga tidak lengah saat menerima uang, baik ketika berbelanja, menerima pembayaran, maupun saat menukar uang. Guna cegah dini, masyarakat dapat menerapkan metode 3D untuk memastikan keaslian uang, yakni dilihat, diraba, dan diterawang. Dari sisi tampilan, perhatikan warna serta detail cetakan. Saat diraba, uang asli terasa lebih kasar pada bagian tertentu. Sedangkan ketika diterawang ke arah cahaya, akan tampak benang pengaman dan tanda air sebagai ciri khas.
Berharap, jika ada yang mencurigakan, jangan ragu untuk menolak. Jangan pula mengedarkan kembali uang yang diduga palsu. Dan apabila terlanjur menerima uang yang dicurigai palsu, masyarakat diminta segera melapor ke kantor kepolisian terdekat untuk ditindaklanjuti.
Selain itu, untuk menghindari permasalahan hukum, warga agar tidak menukar uang di jasa penukaran tidak resmi yang biasanya bermunculan di pinggir jalan menjelang Lebaran. Penukaran disarankan dilakukan di bank atau lembaga resmi guna menjamin keaslian uang.
Selama Ramadan hingga lebaran, kepolisian kiranya dapat memastikan akan terus melakukan sosialisasi dan pengawasan. Tak luput adanya partisipasi masyarakat dalam memeriksa keaslian uang serta melaporkan temuan mencurigakan diharapkan dapat menekan potensi peredaran uang palsu di wilayah Kukar.
Selain itu, masyarakat jangan tergiur kemudahan atau selisih kecil. Pastikan menukar uang di tempat resmi agar lebih aman," pungkasnya.