Terungkap Kekerasan Ayah pada Anaknya di Gesi Dilakukan Berulang Kali
- 27 Feb 2026 12:55 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Sragen - Penyidik Polres Sragen mendapati fakta baru dalam kasus penganiayaan yang dilakukan ayah kandung terhadap anaknya yang masih balita di Gesi Sragen. Penganiayaan P (48) ini bukan kali pertama, namun sudah sering dilakukan saat sedang emosi.
Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, mengatakan bahwa Ayah P sudah beberapa kali melakukan kekerasan terhadap anak kandungnya yang masih balita. Hal tersebut diketahui setelah Dewiana menelepon ibu korban yang bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Taiwan.
"Sempat juga saya video call ibu dari korban. Jadi ibu korban masih ada di Taiwan. Memang keterangan ibu korban untuk kekerasan yang dilakukan ayahnya ini sebetulnya bukan hanya kali ini. (Sudah) beberapa kali. Hanya memang tidak pernah di video," kata AKBP Dewiana di Mapolres Sragen, Rabu 25 Februari malam.
AKBP Dewiana mengatakan pelaku sempat mengirimkan video kekerasan tersebut kepada istrinya yang bekerja di Taiwan.
Meski akhirnya dihapus, katanya ibu korban sudah berhasil menyimpan video tersebut. Ibu korban kemudian mengirimkan video itu kepada keluarganya di Sragen.
"Kebetulan kemarin pelaku ini melakukan kekerasan sambil memvideo. Kemudian (pelaku) mengirimkan video ke ibu korban walaupun langsung dihapus (pelaku). Tapi untung ibu dari korban sempat save. Sehingga bisa mengirimkannya ke keluarganya di Sragen dan sempat viral," kata Kapolres menjelaskan.
Kapolres mengungkapkan motiv penganiayaan tersebut. Pelaku nekat menganiaya anak kandungnya karena ingin meminta uang kepada istrinya yang bekerja di Taiwan.
Disinggung bahwa pelaku sering melakukan judi online (Slot), Kapolres mengaku masih akan melakukan pendalaman. "Tapi alasan minta uang untuk kehidupan sehari-hari," ujar dia.
Terkait kondisi korban kata Dewiana UPTD PPA Sragen dan PPA Polres terus melakukan pemantauan dan pendampingan kepada korban.
"Korban kita terus pantau ada pendampingan juga dari UPTD PPA Sragen dan dari PPA kami juga melakukan pemantauan. Kemarin sempat datang juga mengunjungi untuk melihat perkembangan kondisi korban," kata dia.
Menurut Dewiana korban masih mengalami trauma karena mendapatkan kekerasan dari ayah kandungnya.
"Alhamdulillah (kondisinya) berangsur membaik tapi untuk traumanya masih terlihat. Namanya mengalami kekerasan anak sekecil itu tentu tidak mudah untuk menghilangkan traumanya," kata Kapolres Sragen. MI