Puluhan Warga Karangnongko Klaten Menjadi Korban Dugaan Penggelapan Dana Nasaba
- 04 Mei 2026 19:54 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Klaten - Puluhan warga Desa Demakijo Kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten menjadi korban dugaan penggelapan dana nasabah bank, mendatangi Balai desa setempat. Mereka ini difasilitasi Pemerintah Desa Demakijo untuk dipertemukan dengan pihak manjemen bank.
Kepala Desa Demakijo Ery Karyatno kepada wartawan mengatakan pihaknya mempertemukan para nasabah dengan pihak BRI berupa klarifikasi dan pelaporan terkait dugaan penggelapan dana nasabah tersebut. Data sementara jumlah nasabah yang dirugikan kurang lebih 50 orang yang berasal dari Desa Demakijo dan Desa Blimbingan Kecamatan Karangnongko Klaten.
“Data yang sudah masuk Demakijo dan Blimbing itu ada 50 nasabah dengan dengan berbagai macam modus. Hari ini mendata, mendalami karena kasusnya beda-beda. Berdasarkan laporan dari warga ada dana talangan, dana titipan, dana pelunasan, pengambilan uang di rekening , sudah lunas tetapi masih ditagih,” kata Kepala Desa Demakijo Ery Karyatno, Senin 4 Mei 2026.
Eri Karyatno menyebut, kasus tersebut mencuat ada nasabah yang punya catatan baik, namun tidak mengangsur yang kemudian dilakukan pengecekan oleh petugas bank ternyata sudah melunasi. Setelah dikembangkan ternyata kasusnya cukup banyak.
Salah seorang nasabah Poniman Lukas mengatakan, pada awalnya mengajukan pinjaman ke bank yang bersangkutan dan beberapa hari kemudian membatalkan karena angsuran terlalu besar. Pembatalan pinjaman disampaikan melalui salah seorang pegawai bank berinisial R, namun ternyata tetap mendapatkan tagihan pembayaran hutang.
“Pengajuan selang empat hari membatalkan terus BPKB sebagai jaminan saya minta diperbolehkan. Tidak tahu kemarin bulan April kok ada penagihan,” katanya.
Ia berharap kasus tersebut segera ditangani secara jujur, transparan dan apa adanya. Sehingga jangan sampai mengecewakan para nasabah.
Perwakilan Legal Kantor Wilayah BRI Yogyakarta Edy Wiyono ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan pihaknya kini sedang melakukan pendalaman informasi dan klarifikasi terhadap nasabah BRI Unit Karangnongko yang terindikasi disalahgunakan oleh pegawainya. Ia juga membenarkan pegawai berinisial R merupakan pegawainya dan masih aktif.
“Kita melakukan pendalaman , penggalian informasi terhadap nasabah-nasabah BRI Unit Karangnongko yang terindikasi ada disalahgunakan olehpekerja kita. Kita pencarian informasi setelah itu baru kita lakukan investigasi atau audit,” kata Edy Wiyono.
Sejauh ini pihaknya belum mengetahui data pasti nasabah yang menjadi korban dugaan penggelapan dana termasuk nilainya karena masih dalam tahap pendalaman. Jika masih ada nasabah lain dari kasus tersebut dapat mencari informasi di BRI Unit Karangnongko.," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....