Wali Kota Solo Tindak Tegas Pelajar SMP Pelaku Penyalahgunaan Narkotika

  • 26 Feb 2026 01:30 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pengawasan penyalahgunaan narkotika di Kota Surakarta, kini difokuskan hingga ke lingkungan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hal ini menyusul adanya laporan indikasi peredaran dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang dilakukan para pelajar.

Laporan sendiri diterima langsung Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surakarta dari pihak sekolah. Pemerintah Kota menyiapkan langkah pencegahan dan penindakan dengan menggandeng aparat penegak hukum (Kepolisian) serta Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK).

Ditemui pasca melakukan pertemuan dengan Kepala BNNK Surakarta, Ventie Bernard Musak pada Rabu, 25 Februari 2026, Wali Kota Respati Ardi mengatakan akan memberikan pembinaan kepada para pelajar.

"BNN melaporkan beberapa wilayah Kelurahan yang menjadi lokasi penangkapan untuk penyalahgunaan narkotika dan juga sudah mulai masuk ke SMP. Kami akan membuat sosialisasi ke sekolah yang rawan penyalahgunaan narkotika dan kami akan mengajak Kepolisian untuk menindak tegas sampai ke orang tuanya," kata Respati Ardi.

Selain melakukan penindakan, Respati juga akan memerintahkan Kepala Sekolah dan badan konseling untuk melakukan mitigasi dengan sangsi serta sosialisasi kepada orang tua murid. Hal itu lantaran kasus ini sudah sangat mengkhawatirkan.

Ditambahkan Respati Ardi, dirinya akan terus berusaha untuk bisa menghambat peredaran dan penyalahgunaan narkotika bersama Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Solo. Diharapkan seluruh orang tua murid bisa ikut mengawasi anak-anaknya.

"Sedang kita tindaklanjuti sehingga perederannya bisa kita hambat dan saya himbau ayo bersama-sama orang tua juga mengingatkan, mengawasi anaknya. Karena pola asuh di rumah itu menjadi prioritas yang utama dan kami tetap akan tindak tegas bagi pelaku pengedar serta memberikan pembinaan kepada orang tuanya," katanya menambahkan.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Solo, Ventie Bernard Musak menjelaskan setelah mendapatkan laporan penyalahgunaan obat-obatan terlarang dari pihak sekolah, petugas langsung melakukan screening hingga rehabilitasi.

"Kita mendapatkan informasi siswa terindikasi penyalahgunaan obat-obatan terlarang langsung dari sekolah, sehingga langsung ditindaklanjuti dengan melakukan screening awal. Screening itu untuk mengatahui apa yang digunakan, sejauh mana obat-obat digunakan, kemudian kita melakukan rehab di sekolah ke siswa-siswa," ucap Ventie Bernard Musak

Lebih lanjut, menurut Kepala BNNK Solo, ke depan juga akan melakukan penanganan terhadap pelajar yang terindikasi menggunakan narkoba dengan selalu berkoordinasi bersama Dinas Pendidikan dan pihak sekolah.

"Dengan adanya anak-anak yang berhadapan dengan masalah narkoba atau penyalahgunaan obat-obatan terlarang. tentunya kita koordinasinya dengan Dinas Pendidikan seperti itu," ucapnya menambahkan.

BNNK mencatat hingga awal tahun 2026, terdapat sekitar 30 siswa SMP di Kota Solo yang menjadi klien rehabilitasi dengan temuan penggunaan obat-obatan berbahaya dan zat adiktif lainnya. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....