Namanya Diseret Dalam Pusaran Korupsi Eks Menteri, Ini Penjelasan Jokowi
- 30 Jan 2026 23:33 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menanggapi pusaran korupsi eks menterinya dari Kabinet Indonesia Maju. Meskipun namanya diseret dalam kasus tersebut, Jokowi menegaskan tidak pernah memberikan arahan untuk korupsi untuk menteri-menterinya.
Dijumpai wartawan di kediamannya, Kelurahan Sumber, Kota Solo, Jumat 30 Januari 2026, Jokowi mengakui bahwa setiap kasus korupsi yang dilakukan menteri di era Kabinet Indonesia Maju selalu menyeret namanya. Karena program kerja apapun pasti dari Presiden.
"Iya, di setiap kasus pasti mengaitkan dengan nama saya. Karena apapun program kerja-kerja menteri pasti dari kebijakan presiden, pasti dari arahan presiden dan juga dari perintah-perintah presiden," kata Jokowi.
Namun, mantan Wali Kota Solo itu menegaskan, tidak memerintahkan para menteri untuk melakukan korupsi. Jokowi tidak pernah meminta menterinya korupsi.
"Tetapi tidak ada yang namanya perintah, tidak ada yang namanya arahan untuk korupsi. Enggak ada," kata dia menegaskan.
Jokowi menegaskan, bahwa kebijakan yang diambil oleh setip menteri merupakan kebijakan Presiden.
"Ya, ya memang itu kebijakan dari presiden, memang itu arahan dari presiden."
Sebagai informasi sejumlah menteri di Kebinet Indonesia Maju terseret kasus korupsi menyebut nama Jokowi saat dimintai keterangan KPK.
Seperti eks Mendikbud Ristek Nadiem Makarim, Eks Menteri Agama Yaqut Cholil dan Eks Menpora Dito Ariotedjo. Terkahir, Eks Menpora Dito Ariotedjo yang menyebut nama Jokowi saat dimintai keterangan oleh KPK dalam kasus korupsi kuota haji.
Dito dimintai keterangan KPK soal kunjungan kerja ke Arab Saudi bersama Presiden Jokowi kala itu. Dito mengatakan saat kunjungan kerja ke Saudi bersama Jokowi 2022 menandatangani sejumlah kerja sama di bidang olahraga. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....