Bos Sritex Beberkan Uang Rp2 Miliar Disita Kejagung
- 03 Jul 2025 13:45 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) meyita uang Rp 2 miliar dari rumah Direktur Utama PT Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto, di kawasan Solo Jawa Tengah. Uang sebanyak itu disita saat penyidik Kejagung melakukan penggeledahan di rumah tersebut, terkait penyidikan dugaan korupsi pemberian kredit dari sejumlah bank kepada PT Sritex, Senin (30/6/2025).
Iwan Kurniawan Lukminto mengakui Kejaksaan Agung menyita uang Rp 2 miliar dari rumah pribadinya. Iwan Kurniawan mengatakan uang senilai Rp 2 miliar itu untuk biaya pendidikan anaknya.
“Ya, sebenarnya itu kan uang tersebut adalah uang untuk pendidikan anak-anak dan sudah juga kebetulan ada labelnya juga tahun 2024 jadi tidak ada hubungannya dengan kasus ini,” katanya di Diamond Solo Convention Center, Rabu (2/7/2025).
Wawan sapaan akrabnya mengatakan uang yang disimpan di dalam rumah dan dibungkus plastik Micky Mouse itu sudah ada label tahun 2024. Uang yang disita Kejagung untuk pendidikan anak-anaknya yang masih kecil.
“Uang tabungan, sebenarnya untuk ya ini ya pendidikan anak-anak saya ke depan anak-anak saya masih kecil. Jadi ya kita sisihkanlah uang tersebut untuk mereka ke depannya,” ucap dia.
Menurut adik dari Iwan Setiawan Lukminto itu, uang tersebut untuk keperluan penyidikan, maka pihaknya menyerahkan. Dia menegaskan bahwa uang tersebut tidak ada kaitannya dengan kasus Sritex.
“Kalau dinilai ini penting untuk kami serahkan untuk proses penyidikan ya sudah enggak apa-apa, kami serahkan. Nanti kita akan mengajukan pembuktian bahwa uang tersebut bukanlah uang tidak ada campur pautnya dengan kasus yang kita sekarang proses,” ujar dia.
Wawan memastikan pihaknya kooperatif dan menyerahkan uang Rp 2 miliar ke penyidik Kejagung. Iwan mengaskan bahwa uang halal tidak akan disembunyikan.
“Kami kooperatif kita beliau minta untuk diserahkan terlebih dahulu nanti tinggal kita membuktikan. kita kooperatif aja, intinya kalau uang halal itu tidak disembunyikan,” ucap dia.
Pihaknya mengaku sudah mengumpulkan uang tersebut sejak beberapa tahun lalu. Uang itu sengaja disimpan dalam bentuk cash.
“Iya (sudah beberapa tahun lalu) ya jadi uang tabungan. Jadi kami lebih prioritas untuk anak-anak ya. Untuk sekolah ke depan. Sekarang kan sekolah mahal ya, ke depannya jadi persiapanlah sebagai orang tua ya." MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....