Pemenang Proyek Lelang Jalan Pandanaran Boyolali Berikan Klarifikasi
- 12 Sep 2025 14:23 WIB
- Surakarta
KBRN, Boyolali : Pemenang lelang tender pemeliharaan jalan Pandaranan buka suara terkait isu yang menyangkut PT mereka.
PT Pollung Karya Abadi (PKA) selaku pemenang tender mengaku kasus yang beredar di media merupakan kasus tahun 2016 lalu.
Humas PT Pollung, Boy Gultom kepada wartawan menjelaskan, kasus tersebut sudah selesai, dan direktur yang terlibat saat ini sudah dikasuskan.
“Dulu ada pekerjaan di daerah Binjai Sumatra Utara, inilai kontrak sekitar Rp 2 M namun yang bersangkutan mengajukan kredit di sekitar Rp 1,5 M jadi ada hal hal yang tidak sesuai, namun semua sudah di selesikan hukum,” jelasnya, Jumat (12/9/2025).
Bahkan, ia menjelaskan, bahwa PT Pollung sendiri yang melaporkan kasus tersebut dan meminta direktur untuk bertanggung jawab.
Gultom juga mengatakan, Direktur yang bersangkutan langsung dicopot dari jabatannya.
Setelah memenangi lelang, PT Pollung akan membuat cabang sementara di Boyolali selama pengerjaan pemeliharaan.
Mereka juga berkomitmen terkait pengerjaan tersebut, rencananya, pengerjaan akan dilakukan hingga akhir bulan Desember.
“Jadi semua untuk tenaga ahli, untuk tim operasional akan standby di Boyolali sampai pekerjaan ini selesai,” tambahnya.
Gultom menambahkan, proyek tersebut juga akan mendapat pendampingan dari untuk spesifikasi dan pelaksanaan.
PT Pollung sendiri memenangkan lelang di angka Rp 21,5 Miliar dari nilai Rp 22 Miliar.
“Kami akan berkomitmen penuh untuk menyelesaikan ini tepat mutu, tepat waktu, tepat harga juga sehingga bisa dinikmati, bisa di pergunakan oleh masyarakat Boyolali secara umum,” lanjutnya.
Pemeliharaan jalan Pandanaran meliputi pengaspalan, perbaikan seluruh saluran, perbaikan pedestrian, serta trowongan pejalan kaki dari parkiran taman hutan kota menuju patung kuda simpang lima.
Sementara itu, kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Boyolali, Yulius Bagus Triyanto menjelaskan, pihaknya sudah melakuka klarifikasi terkait penujukan pemenang.
Untuk penunjukkan pemenang lelang, Yulius mengaku dipilih oleh ULP (Unit Layanan Pengadaan), DPU PR hanya menyiapkan anggaran.
Terkait kekhawatiran yang muncul di masyarakat, Yulius menjelaskan proyek tersebut merupakan proyek strategis daerah.
“Kalau di boyolali kalau tidak salah itu ada sekitar 8-10 , nanti juga ada pendampingan dari polres dan juga pendampingan dari kejaksaan,” jelas Yulius.
DPU PR juga akan melakukan antisipasi dengan melakukan pendampingan dari awal hingga selesai.
Yulius berharap, pengerjaan bisa selesai tepat waktu dan bisa sesuai dengan tujuan awal pembangunan. (Edwi/Kisno)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....