Metode Tabulampot Dengan Plantar Bag Pada Lahan Sempit
- 18 Jun 2024 20:38 WIB
- Surakarta
KBRN,Surakarta : Menanam buah di pekarangan yang sempit seperti kebanyakan masyarakat di Sutrakarta bisa disiasati dengan tabulampot - tanaman buah dalam pot. Karena selain hampir semua buah bisa ditanam dengan cara tabulampot ,cara menanam ini akan menambah asri lingkungan atau pekarangan.
Anang Dwinanto Bakuwono, Penyuluh Pertanian Dinas Ketahanan Pangan Kota Surakarta saat mengisi siaran Mozaik Indonesia Pro 1 RRI Surakarta, Minggu (16/6/2024), mengatakan hampir semua jenis tanaman buah yang bisa dibudidayakan dalam pot, seperti jeruk, sawo, jambu, kelengkeng, mangga dan lainnya.
"Ini kan sesuai dengan kondisi lingkungan masyarakat Kota Solo yang kebanyakan pekarangnnya sempit. Jadi lahan sempi bukan penghalang untuk bisa menanam buah yang bisa menghasilkan buah dan bisa memberikan kepuasan tersendiri, selain menambah asri lingkungan," ungkap Anang.
Lebih lanjut Anang menjelaskan beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk menanam Tabulampot adalah, pilih bibit tanaman buah yang berkualitas bagus hasil perbanyakan vegetatif seperti cangkok, okulasi, penyambungan dan juga stek yang cepat mengahsilkan buah dengan kualitas buah sama dengan pohon induknya. Kemudian siapkan pot plastik atau planter bag dengan ukuran minimal 50 kg , dan media tanam yang berupa campuran tanah,pupuk kandang,sekam dengan perbandingan 1:1
"Cara menanam buah dalam pot atau tabulampot, yaitu: Isi planter bag dengan media tanam kurang lebih ½ bagian planter bag,kemudian tanam bibit buah ditengah planter bag dan tutup planter bag dengan media tanam sampai kira-kira 10 cm dari tinggi planter bag selanjutnya siram tanaman dengan air sampai semua media tanma basah merata," jelasnya.
Anang mengingatkan tata cara perawatan tabulampot sangat penting, diantaranya penyiraman sangat dianjurkan terutama di musim kemarau. Penyiraman dilakukan pagi atau sore saat kondisi tanah dingin. Apabila tanahnya masih basah sebaiknya tidak disiram dahulu. Selanjutnya untuk pemupukan bisa menggunakan pupuk organik/pupuk kandang diberikan sebulan setelah penamanan, selanjutnya diulang tiap 3 bulan sekali.
Untuk NPK bisa diberikan 3 bulan sekali 50 gr/potnya bila diperlukan ditaburkan agak jauh dari batang tanamannya. Selanjutnya saat memasuki fase generatif atau pembungaan sebaiknya diberi pupuk dengan unsur P (Phospat), dan, K (Kalium).lebih tinggi dibanding unsur N (Nitrogen) nya.
“Untuk pemangkasan biasanya digunakan penghitungan 1,3,9 artinya 1 batang primer disisakan 3 batang sekunder, dan dari 1 batang sekunder disisakan 3 batang tersier. Ini dianjurkan untuk merangsang pembungaan dan pembuahan, untuk pendendalian hama dan penyakit bisa menggunakan pestisida ,” pungkas Anang. (Wiwik Martani/Penyiar)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....