Cara Tabulampot Agar Berbuah Banyak Dari Ahlinya Langsung

  • 06 Mei 2024 11:59 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Tabulampot, singkatan dari tanaman buah dalam pot, merupakan konsep revolusioner dalam dunia pertanian perkotaan. Dengan menggunakan teknik ini, warga masyarakat dapat menanam berbagai jenis tanaman buah dalam pot-pot kecil di halaman rumah mereka sendiri.

Demikian disampaikan Agus Sugiyanto, S.Pd Pengusaha bibit buah dan bunga asal Sukoharjo, dalam acara siaran JAGONGAN Pro4 95,2 FM RRI Surakarta, Sabtu (4/5/2024) yang dipandu host Roy Rohim.

Agus Sugiyanto, owner "Taman Asri" di Topaten RT 1, RW 2, Desa Pandeyan, Grogol, Sukoharjo itu menjelaskan, tanaman tabulampot yang cocok untuk daerah Solo dan sekitarnya yakni blimbing, dondong, sawo, mangga, dan jambu. Jenis bibit tanaman buah itu selama ini paling banyak terjual dan banyak diminati masyarakat. Ia menekuni usaha menjual bibit tanaman buah dan bunga sejak tahun 90-an.

"Jika masih pemula, maka tabulampot yang direkomendasikan adalah tanaman tomat, karena itu merupakan buah dan sayur, kemudian terong", jelas Agus yang juga sering memberikan pelatihan menanam kepada siswa SMK ini.

Agar program tabulampot ini berhasil dan berbuah banyak, Agus Sugiyanto, juga membagikan tips berikut ini;

1. Mengetahui pot yang sesuai

Pot yang terlalu kecil dapat menghambat pertumbuhan akar dan menyebabkan kekurangan nutrisi, sementara pot yang terlalu besar bisa membuat tanaman sulit untuk menyerap air dan nutrisi dengan efisien. Gunakan planter bag (pot berbahan karung bagor) jangan pakai berbahan plastik. Untuk tanaman sejenis terong cukup planter bag diameter 25cm, selebihnya bisa disesuaikan.

2. Mengetahui campuran isi tanah

Penting untuk memberi campuran Kapur Dolomit, yakni jenis kapur yang terbuat dari campuran kalsium dan magnesium karbonat. Biasanya digunakan sebagai penambah pH tanah yang rendah (asam) dan juga sebagai sumber kalsium dan magnesium untuk tanaman. Manfaatnya membantu menetralkan keasaman tanah (menaikkan pH), sehingga membuat tanah menjadi lebih netral atau sedikit basa. Ini sangat penting karena tanaman biasanya tumbuh lebih baik dalam tanah dengan pH netral atau sedikit basa.

3. Mengetahui proses hidup tabulampot

Pentingnya tanaman mendapat sinar matahari 60% dalam sehari. Siklus ini penting selain air, agar fotosintesis berjalan sebagaimana mestinya. Proses hidup tabulampot dimulai dengan pemilihan pot yang sesuai dan media tanam yang baik. Setelah itu, bibit tanaman buah dipilih dan ditanam dalam pot dengan perawatan yang tepat, termasuk penyiraman, pemupukan, dan pencahayaan yang cukup. Selama periode pertumbuhan, tanaman membutuhkan perhatian terus-menerus untuk memastikan kondisi optimal.

4. Mengetahui cara menyiram yang benar

Menyiram tanaman pada pagi hari memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan menyiram pada sore hari. Pada pagi hari, suhu udara masih relatif rendah, sehingga air memiliki lebih banyak waktu untuk meresap ke dalam tanah sebelum menguap oleh sinar matahari. Ini membantu tanaman menyerap air secara efisien dan menghindari penguapan berlebihan, yang dapat menyebabkan kekeringan dan kerusakan pada tanaman.

5. Meletakkan tabulampot yang efektif

Untuk masyarakat perkotaan bisa menaruh pot diatas selokan. Hal ini untuk efisiensi mengingat lahan perkotaan yang terbatas. (NR)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....