Strenght Training, Hal Wajib Bagi Para Pelari
- 04 Okt 2026 13:28 WIB
- Surakarta
Poin Utama
- Perkembangan Olahraga Lari
- Tantangan/Kesadaran Pelari
- Pengertian Strength Training
- Manfaat Utama bagi Pelari
RRI.CO.ID, Surakarta – Saat ini, olahraga lari tidak hanya menjadi aktivitas untuk menjaga kebugaran, tetapi juga telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Banyak orang memilih berlari untuk menjaga kesehatan sekaligus melepas penat dari rutinitas dan kesibukan sehari-hari. Popularitas olahraga ini juga terlihat dari semakin banyaknya ajang lari yang diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia.
Namun, di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga lari, masih terdapat pelari yang mengabaikan pentingnya strength training atau latihan kekuatan. Sebagian pelari juga hanya berfokus pada jarak tempuh dan waktu lari. Latihan ini kerap dianggap sebagai aktivitas tambahan, padahal dapat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan tubuh sebelum menjalani aktivitas lari.
Menurut Coach Marcus dari APKI(Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia) Certified Fitness Trainer, latihan kekuatan atau strength training merupakan jenis latihan fisik yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot. Latihan ini dilakukan dengan memberikan beban atau resistensi tertentu agar otot bekerja lebih keras, sehingga tubuh dapat beradaptasi terhadap beban yang diberikan.
Adaptasi tersebut tidak hanya berpengaruh terhadap perkembangan massa otot, tetapi juga meningkatkan kemampuan otot dalam menghasilkan tenaga. Secara fisiologis, latihan kekuatan dapat mendorong peningkatan sintesis protein otot, mengoptimalkan kerja sistem saraf dalam merekrut serat otot, serta membantu meningkatkan kepadatan mineral tulang.
Salah satu manfaat strength training bagi pelari adalah membantu meningkatkan daya tahan otot. Dalam aktivitas lari, otot harus bekerja secara terus-menerus untuk menopang dan menggerakkan tubuh.
Latihan kekuatan dapat membantu otot bekerja lebih optimal dan mengurangi rasa lelah selama berlari. Maka, pelari dapat mempertahankan performa dalam durasi yang lebih lama.
Selain daya tahan, latihan kekuatan juga dapat membantu meningkatkan daya ledak otot atau kemampuan otot dalam menghasilkan tenaga dalam waktu singkat. Kemampuan ini penting, terutama bagi pelari yang membutuhkan dorongan tenaga lebih besar, seperti saat melakukan sprint, melewati tanjakan, maupun meningkatkan kecepatan di akhir perlombaan.
Latihan kekuatan secara rutin dapat membantu meningkatkan kekuatan otot sehingga menghasilkan tenaga yang lebih optimal. Kekuatan otot yang lebih baik juga dapat mendukung peningkatan kecepatan lari.
Otot yang lebih kuat memungkinkan pelari menghasilkan tenaga yang lebih besar pada setiap langkah. Selain itu, latihan kekuatan dapat membantu meningkatkan kontrol dan stabilitas tubuh sehingga gerakan saat berlari menjadi lebih efisien. Hal tersebut dapat mendukung pelari dalam mempertahankan kecepatan selama berlari.
Latihan kekuatan juga berperan dalam menjaga kondisi tubuh dan membantu mengurangi risiko cedera saat berlari. Latihan ini dapat meningkatkan keseimbangan, stabilitas, serta kekuatan otot yang menopang persendian.
Kondisi tersebut penting untuk membantu mengurangi risiko beberapa cedera yang umum dialami pelari, seperti IT band syndrome, plantar fasciitis, dan nyeri tulang kering. Dengan kondisi otot dan tubuh yang lebih kuat, pelari dapat menjalani aktivitas lari dengan lebih optimal.
Intensitas yang disarankan melakukan strength training setidaknya dua kali dalam seminggu. Latihan dapat diawali dengan beban ringan sambil memperhatikan teknik gerakan yang tepat, kemudian jumlah repetisi dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan tubuh. Selain latihan, hal yang tak kalah penting yaitu waktu istirahat yang cukup, agar tubuh memiliki kesempatan untuk memulihkan diri dan beradaptasi setelah berolahraga. (Wiwik/Husni)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....