Volvo Sang Tank Swedia, Mobil Dinas Menteri yang Kini Jadi Koleksi
- 30 Sep 2026 15:05 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Volvo pernah menjadi salah satu mobil yang identik dengan kendaraan dinas para menteri di Indonesia. Sedan asal Swedia tersebut digunakan sebagai kendaraan operasional pejabat negara selama beberapa periode pemerintahan dan kini sejumlah unitnya justru menjadi buruan kolektor mobil klasik.
Penggunaan Volvo sebagai mobil dinas menteri mulai menonjol pada era pemerintahan Presiden Soeharto. Salah satu model yang digunakan adalah Volvo 264 GL, sedan berkapasitas sekitar 2.800 cc yang dikenal memiliki desain elegan dan karakter khas mobil Eropa pada masanya.
Kehadiran Volvo sebagai kendaraan pejabat tidak berhenti pada era Soeharto. Mobil tersebut masih digunakan pada pemerintahan Presiden BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, hingga Megawati Soekarnoputri, dengan Volvo 960 menjadi salah satu model yang digunakan sebagai kendaraan dinas menteri.
Menariknya, sebagian Volvo 960 yang digunakan pemerintah memiliki sejarah tersendiri. Mengutip dari detikOto.com , Volvo 960 yang digunakan sebagai kendaraan dinas menteri merupakan kendaraan bekas peserta KTT APEC 1992 yang kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan pejabat pemerintah.
Popularitas Volvo sebagai mobil pejabat kemudian berakhir ketika pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mulai menggunakan Toyota sebagai kendaraan dinas. Melansir dari detikOto bahwa pergantian tersebut terjadi pada 2004, dengan Toyota Camry dipilih sebagai alternatif setelah Volvo dinilai memiliki biaya yang lebih tinggi.
Meski tidak lagi menjadi kendaraan dinas menteri, Volvo dari era tersebut tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi pencinta mobil klasik. Faktor sejarah, desain yang khas, serta statusnya sebagai kendaraan yang pernah digunakan pejabat negara membuat sejumlah unit Volvo lawas memiliki cerita yang berbeda dibandingkan mobil tua pada umumnya.
Kini, Volvo bekas kendaraan dinas menteri menjadi bagian dari sejarah otomotif Indonesia. Keberadaannya tidak hanya menawarkan nostalgia terhadap perkembangan mobil pejabat dari masa ke masa, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sebuah kendaraan dapat berubah fungsi dari mobil operasional negara menjadi koleksi bernilai sejarah. (Rama/Rifqi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....