Microsoft Lakukan Restrukturisasi pada Divisi Game Xbox dan Studio Developer
- 29 Sep 2026 10:23 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Divisi game Microsoft, Xbox, mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap 268 karyawan sebagai bagian dari langkah restrukturisasi perusahaan. Kebijakan pemangkasan tenaga kerja ini berdampak langsung pada Halo Studios, studio pihak pertama, serta jajaran manajemen publikasi.
Langkah efisiensi ini merupakan kelanjutan dari pemangkasan skala besar yang telah dilakukan perusahaan sejak pertengahan tahun ini. Kebijakan tersebut diambil untuk mengejar efisiensi operasional yang lebih tinggi serta meningkatkan margin keuntungan bisnis game.
Dilansir dari engadget, dampak pemangkasan kali ini dirasakan cukup signifikan oleh Halo Studios selaku pengembang utama waralaba game Halo. Kendati tidak ditutup secara penuh, studio tersebut kini hanya menyisakan tim kecil untuk mengelola komunitas dan game yang sudah beredar.
Pengembangan judul game Halo berikutnya secara resmi dialihkan ke bawah naungan penerbit Activision. Activision membentuk tim baru khusus yang beroperasi terpisah dari proyek pengembangan game Call of Duty.
Selain alih kelola waralaba Halo, Activision juga memperluas pengawasan operasional terhadap studio Rare dan World's Edge. Sementara itu, studio Obsidian yang sedang mengerjakan proyek game Fallout terbaru dipindahkan di bawah naungan Bethesda.
Peleburan juga terjadi pada studio Playground dan Turn 10 yang disatukan untuk berfokus pada pengembangan waralaba Forza dan Fable. Di sisi lain, penerbit game seluler King kini dipercaya untuk membawahi unit Microsoft Casual Games.
Mengenai pelepasan studio, beberapa pengembang seperti Compulsion Games, Double Fine, dan Undead Labs telah resmi kembali menjadi studio independen. Namun, rencana pelepasan Ninja Theory dilaporkan batal sehingga membuat studio tersebut berpotensi menghadapi penutupan operasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....