Membaca Buku Selamatkan Bumi? Begini Aksi Relawan Literasi Sukoharjo

  • 29 Sep 2026 13:44 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID., Surakarta - Kebakaran hutan dan ancaman kerusakan lingkungan kini menjadi isu krusial yang perlu ditanamkan kepada anak-anak sejak dini melalui kehangatan buku cerita. Kesadaran ekologis inilah yang konsisten diusung oleh Gerakan Membaca Nyaring Sukoharjo (GEMAS) lewat program edukasi bertema "Sayangi Bumi".

Inisiator kegiatan sekaligus Relima (Relawan Literasi Masyarakat) Perpusnas RI lokus Kab. Sukoharjo, Novelia Citraresmi, menjelaskan bahwa program ini dirancang secara berkelanjutan dalam beberapa episode. Berawal dari episode perdana pada 8 September 2026 di TK Desa Sraten 01, Gatak, Sukoharjo, para relawan membacakan buku "Ke Hutan Lindung" untuk mengenalkan satwa langka di Hutan Lindung Pura Sajau.

"Melalui GEMAS ini diharapkan bisa menjadi media untuk mengkampanyekan kegiatan Membaca Nyaring terutama untuk warga Sukoharjo, mengajak masyarakat utamanya orang tua/orang dewasa untuk memberikan waktunya 10-15 menit/hari saja untuk membacakan buku ke anak-anak," ucapnya kepada RRI Surakarta pada 28 September 2026.

Semangat edukasi tersebut berlanjut pada pertengahan September melalui pembacaan nyaring buku "Awas Kebakaran - Petualangan Kea dan Satwa Nusantara" karya Dian Sasmita dan Aldo Pradipta. Sebanyak 21 murid diajak memahami bahaya karhutla serta mengenal satwa endemik Pulau Kalimantan melalui kisah visual yang ramah anak.

Rangkaian kegiatan bulan ini kemudian berlanjut hingga Episode 6 yang digelar pada Rabu, 23 September 2026, di lokasi yang sama. Sebanyak 20 anak kembali berkumpul antusias dari pukul 08.00 hingga 09.15 WIB untuk belajar menyelamatkan lingkungan.

Pada episode keenam ini, para relawan membacakan buku "Hutan Harapan Haris" yang mengulas pentingnya menjaga rumah para satwa. Melalui alur cerita yang sederhana, anak-anak diajak memahami habitat hewan, dampak kerusakan hutan, serta pentingnya menjaga kelestarian alam sekitar.

Keseruan belajar makin terasa hidup saat anak-anak diajak membuat karya kreasi bookishplay berupa Kolase Pohon Harapan. Gelak tawa dan keceriaan para peserta pun pecah di sela-sela permainan ice breaking interaktif yang dibawakan para pendamping.

Lebih lanjut, gerakan literasi yang digagas ini tidak sekadar mengenalkan isu lingkungan, tetapi juga berfokus pada penguatan budaya literasi di tengah keluarga. Melalui GEMAS, Novelia berharap kegiatan membaca nyaring bisa semakin memasyarakat dan menjadi kebiasaan baru yang menyenangkan.

"Alhamdulillah, testimoni salah satu warga yg datang luar biasa. Mereka senang ada kegiatan-kegiatan seperti ini, karena sudah lama juga mencari kegiatan membaca/literasi di area Kartasura. dan akhirnya ketemu dengan kegiatan kami. Bahkan ada salah seorang mahasiswa yang ikut datang dan tergerak hatinya untuk mensupport kegiatan-kegiatan kami juga. Dia bilang mau bawa buku-buku koleksinya juga utk didisplay di lapak baca saat kegiatan agar semakin banyak anak yang dekat dengan buku," ucap Novelia.

Ia juga menambahkan bahwa gerakan ini memiliki misi jangka panjang untuk mendekatkan akses literasi kepada generasi muda. "Selain ingin mendekatkan akses bahan bacaan ke masyarakat terutama anak-anak, kami juga ingin memberikan pengalaman bahwa membaca adalah kegiatan yang seru dan menyenangkan," katanya.

Berawal dari kebiasaan membaca di sekolah dan komunitas, langkah kecil ini diharapkan mampu memantik perubahan besar di tengah masyarakat. Pembentukan karakter yang peduli lingkungan sejak dini menjadi pondasi utama untuk membentuk generasi masa depan yang siap menjaga bumi.

"Mari bergerak bersama, berdampak bersama, tumbuhkan empati dan kepedulian kepada sesama," ucap Novelia Citraresmi menutup pesannya dengan hangat. (DR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....