Mengapa DJI Mendominasi Industri Drone Dunia
- 30 Sep 2026 13:57 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Perkembangan teknologi pesawat tanpa awak atau drone dalam dua dekade terakhir melahirkan persaingan industri yang semakin besar. Di tengah munculnya berbagai produsen dari sejumlah negara, DJI asal China menjadi salah satu perusahaan yang paling dikenal dan memiliki posisi kuat dalam berbagai segmen industri drone.
Pembahasan mengenai kekuatan bisnis DJI menjadi perhatian dalam video YouTube berjudul Bisnis Drone PALING MONOPOLI di Dunia, Bedah DJI China. Video tersebut mengulas bagaimana DJI membangun bisnis drone melalui pengembangan teknologi, variasi produk serta ekosistem yang mencakup kebutuhan konsumen hingga industri.
Salah satu faktor yang terlihat dari perkembangan DJI adalah luasnya portofolio produk. Perusahaan ini tidak hanya memproduksi drone kamera untuk fotografi dan videografi, tetapi juga mengembangkan drone untuk pemetaan, inspeksi, keamanan, serta sektor pertanian. DJI Agriculture, misalnya, mulai dikembangkan sejak 2012 dan secara khusus menyediakan teknologi drone untuk kebutuhan pertanian.
Di sektor pertanian, ekspansi DJI menunjukkan bahwa teknologi drone telah berkembang dari sekadar perangkat pengambilan gambar menjadi bagian dari sistem kerja profesional. DJI Agriculture menyebut lebih dari 300.000 drone pertanian telah beroperasi secara global dan digunakan untuk menangani lebih dari 500 juta hektare lahan. Angka tersebut merupakan data yang disampaikan DJI sendiri sehingga perlu dibaca sebagai klaim perusahaan.
Kekuatan DJI juga berada pada integrasi perangkat keras dan perangkat lunak. Drone, kamera, gimbal, sistem transmisi, sensor, aplikasi pengendali hingga perangkat lunak untuk kebutuhan industri dikembangkan dalam satu ekosistem. Model bisnis seperti ini membuat pengguna dapat menggunakan berbagai perangkat yang saling terhubung dalam satu platform.
Posisi DJI di pasar Amerika Serikat juga menunjukkan besarnya pengaruh perusahaan tersebut. Reuters pada 2025 melaporkan bahwa drone buatan China, termasuk DJI dan Autel, mendominasi pasar Amerika Serikat dan menjadi bagian dari pembahasan pemerintah AS mengenai ketergantungan terhadap produk drone asing. Pada saat yang sama, pemerintah AS melakukan penyelidikan terkait aspek keamanan nasional dan rantai pasok drone.
Persoalan keamanan juga menjadi bagian dari perjalanan DJI di pasar internasional. Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada 2021 menyatakan memiliki kekhawatiran keamanan nasional terkait sistem DJI.
Kemudian pada Januari 2025, Departemen Pertahanan AS memasukkan Shenzhen DJI Innovation Technology Co., Ltd. dalam daftar perusahaan yang disebut sebagai Chinese Military Companies berdasarkan ketentuan Section 1260H. Penyebutan tersebut merupakan keputusan dan klasifikasi pemerintah AS, bukan bukti independen bahwa setiap produk DJI digunakan untuk kepentingan militer.
Perkembangan DJI memperlihatkan bahwa persaingan industri drone tidak hanya berkaitan dengan kemampuan terbang sebuah pesawat tanpa awak. Kamera, stabilisasi, sensor, kecerdasan perangkat lunak, sistem transmisi, baterai, layanan purnajual dan ekosistem produk ikut menentukan daya saing perusahaan. Karena itu, istilah “monopoli” dalam pembahasan mengenai DJI perlu dibedakan dari dominasi atau kekuatan pasar secara umum.
Bagi Indonesia, perkembangan tersebut menjadi menarik karena penggunaan drone terus meluas, termasuk untuk fotografi, videografi, pemetaan dan pertanian. Kehadiran drone pertanian seperti seri Agras bahkan membuka peluang pekerjaan baru bagi operator dan penyedia jasa pertanian berbasis teknologi. Perkembangan industri DJI sekaligus menunjukkan bagaimana drone telah berubah dari perangkat teknologi khusus menjadi alat kerja di berbagai sektor ekonomi. (Agung TN)
Referensi:
- DJI Agriculture – Profil dan perkembangan teknologi pertanian.
- https://www.youtube.com/watch?v=psEsrWuvysg
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....