Mata Perih setelah Berenang, Apakah karena Kaporit Tinggi?
- 30 Sep 2026 14:42 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Mata terasa perih, merah, atau gatal setelah berenang sering kali dianggap sebagai akibat terlalu banyak klorin di kolam renang. Namun, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), iritasi tersebut dapat terjadi ketika klorin bereaksi dengan keringat, kotoran, urine, feses, sel kulit, deodoran, hingga sisa kosmetik yang terbawa ke dalam air.
Reaksi tersebut menghasilkan senyawa kimia yang disebut kloramin. CDC menjelaskan, kloramin dapat mengiritasi mata dan kulit, serta ketika berubah menjadi gas di udara sekitar kolam dapat mengganggu saluran pernapasan.
Jadi, aroma "kaporit" yang sangat kuat di kolam renang tidak selalu berarti kandungan klorinnya tinggi. Bau tersebut justru dapat berasal dari kloramin yang terbentuk ketika klorin bereaksi dengan berbagai zat yang masuk ke dalam air dari tubuh para perenang.
Klorin sendiri memiliki fungsi penting dalam menjaga kebersihan air karena digunakan untuk membunuh kuman dan membantu mencegah penyebaran penyakit di kolam renang. Namun, ketika bercampur dengan urine, kotoran, keringat, dan berbagai zat lain, sebagian klorin menjadi tidak tersedia untuk membunuh kuman sekaligus membentuk kloramin.
Karena itu, menjaga kebersihan kolam bukan hanya menjadi tanggung jawab pengelola. Para perenang juga dapat membantu mencegah terbentuknya kloramin dengan mandi terlebih dahulu sebelum masuk ke kolam. CDC menyebutkan, membilas tubuh selama sekitar satu menit dapat menghilangkan sebagian besar kotoran maupun zat lain dari tubuh yang dapat bereaksi dengan bahan kimia kolam.
Kebiasaan lain yang penting adalah tidak buang air kecil maupun buang air besar di dalam kolam. Bagi orang tua yang membawa anak berenang, CDC juga menyarankan agar anak diajak ke toilet secara berkala dan popok diperiksa setiap jam, sementara penggantian popok dilakukan jauh dari tepi kolam.
Selain menyebabkan mata merah dan terasa perih atau gatal, paparan kloramin juga dapat menimbulkan iritasi pada hidung, batuk, dan mengi. Pada orang yang memiliki asma, paparan tersebut dapat memicu serangan asma, terutama di area kolam dalam ruangan yang ventilasinya kurang baik.
CDC juga mengingatkan agar masyarakat memperhatikan kondisi lingkungan kolam. Jika tercium bau kimia yang kuat, terlihat kotoran di dalam air, atau muncul iritasi mata, kulit, maupun gangguan pernapasan yang diduga berkaitan dengan air atau udara di sekitar kolam, perenang dapat segera melaporkannya kepada penjaga kolam atau pengelola.
Dengan demikian, menjaga kolam tetap nyaman dan sehat merupakan tanggung jawab bersama. Mandi sebelum berenang, menggunakan toilet, tidak buang air di kolam, serta menjaga kebersihan tubuh bukan sekadar aturan, tetapi juga langkah sederhana untuk mengurangi pembentukan kloramin dan membantu menjaga kualitas air bagi semua orang. (Hilma)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....