Cahaya Sore Hadirkan Nuansa Dreamy

  • 25 Sep 2026 05:26 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Klaten - Cahaya matahari menjelang terbenam dapat dimanfaatkan fotografer untuk menciptakan karakter foto yang lembut dan memiliki nuansa dreamy. Teknik tersebut diterapkan dalam pemotretan talenta Silvia Zie di Kampus Kuda Klaten, Minggu 13 September 2026.

Pemotretan dilakukan dengan konsep close-up portrait sekitar pukul 17.15 WIB, ketika matahari mulai mendekati garis horizon. Cahaya sore yang lebih lembut dimanfaatkan untuk menghasilkan suasana hangat sekaligus memberikan kesan romantis dan tenang pada foto.

Dalam pemotretan tersebut, pengaturan kamera menggunakan ISO 100, lensa 85mm bukaan lensa f/1.8, dan kecepatan rana sekitar 1/800 detik, yang dapat disesuaikan kembali dengan kondisi cahaya saat pemotretan.

Bukaan f/1.8 menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan tampilan dreamy. Aperture yang lebar membantu menghasilkan kedalaman bidang yang tipis sehingga wajah Silvia Zie menjadi pusat perhatian, sementara latar belakang tampak lebih lembut dan tidak terlalu mengganggu.

Pemotretan dilakukan ketika intensitas cahaya matahari mulai menurun. Kondisi tersebut memberikan karakter cahaya yang lebih lembut dibandingkan pemotretan pada tengah hari.

Untuk menghasilkan foto close-up yang menarik, fotografer perlu memperhatikan arah datangnya cahaya. Posisi Silvia Zie dapat ditempatkan sedemikian rupa agar cahaya sore mengenai wajah secara lembut. Latar belakang yang memiliki jarak cukup jauh dari subjek juga membantu menghasilkan efek background blur.

Kecepatan rana 1/800 detik digunakan sebagai salah satu contoh pengaturan pada kondisi cahaya tersebut. Nilainya tetap dapat disesuaikan berdasarkan perubahan intensitas cahaya, posisi subjek, dan kebutuhan fotografer.

Setelah proses pemotretan selesai, foto kemudian diedit menggunakan Adobe Lightroom. Penyuntingan diarahkan untuk mempertahankan kesan lembut dan tidak terlalu tajam sehingga karakter dreamy tetap terasa.

Beberapa pengaturan yang digunakan antara lain Contrast -20, Dehaze -10, Sharpening -30, dan Detail -30. Pengurangan kontras membantu menghasilkan tonal yang lebih lembut. Sementara pengaturan Dehaze -10 dapat mengurangi kesan terlalu tegas pada gambar dan memberikan nuansa yang lebih lembut.

Penurunan ketajaman dan detail juga digunakan untuk mempertahankan karakter soft pada foto close-up. Namun, pengaturan tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kondisi foto agar wajah subjek tidak kehilangan terlalu banyak detail.

Perpaduan antara cahaya sore, bukaan lensa lebar, pemotretan close-up, serta proses editing menjadi unsur utama dalam menghasilkan foto dreamy Silvia Zie. Pemotretan di Kampus Kuda Klaten tersebut menunjukkan bahwa suasana foto tidak hanya ditentukan oleh kamera dan lensa. Waktu pemotretan, arah cahaya, pemilihan komposisi, serta proses pengolahan digital turut menentukan karakter akhir sebuah karya fotografi. (Fotografer: Agung TN/Penulis: Agung TN)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....