MIN 4 Sragen Ikuti Lomba Drumband Se-Eks Karesidenan Surakarta
- 13 Sep 2026 16:10 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SURAKARTA - Kemeriahan karnaval berlangsung semarak dengan menampilkan beragam kreativitas dan kekayaan budaya Indonesia di De Tasik Madoe Heritage Karanganyar, Minggu 13 September 2026. Para peserta hadir dengan berbagai busana dan penampilan menarik, mulai dari drumband, batik, kebaya, adat Bali, robot futuristik, hingga seni tari.
Rangkaian penampilan menjadi gambaran semangat kebersamaan sekaligus ruang bagi para siswa untuk mengekspresikan kreativitas dan kecintaan terhadap budaya bangsa. Diantara peserta ada salah satu yang menarik dengan pernak pernik unik yakni Madrasah Ibtidaiyah Negri atau MIN 4 Sragen.
Dalam kesempatan itu, Kepala Sekolah MIN 4 Sragen Hidayatul Ilmiyah, S.Pd., mengatakan MIN 4 mengikuti lomba tersebut untuk menambah pengalaman yang bermakna, mengukir prestasi serta menjadi wadah minat dan bakat murid.
Membuka barisan karnaval, Group Drumband Gema Nada Insan Mulia dari MIN 4 Sragen tampil penuh semangat dengan langkah tegap dan irama musik yang menggema. Grup yang beranggotakan 70 siswa itu berada di bawah tanggung jawab Kepala MIN 4 Sragen, dengan pelatih F. Alfatoni dan guru pendamping Ahmad Bazarudin.
Penampilan semakin semarak dengan Gita Pati Naura Pramudita Anawali serta mayoret Kezza Faiz Zahrani, Kanaya Vita Berlian, dan Adibah Az Zahra Rahmadhani. Mereka membawakan lagu Assalamualaika Yaa Rasulullah dan Rambadia.
Setelah pasukan drumband, barisan batik karnival tampil memukau dengan busana yang memadukan motif tradisional dan sentuhan kreativitas modern. Keindahan batik semakin terlihat melalui kreasi busana berbahan kertas yang dirancang dengan penuh imajinasi. Penampilan itu menunjukkan bahwa batik sebagai warisan budaya Indonesia dapat terus dikembangkan menjadi karya yang kreatif, menarik, dan sesuai perkembangan zaman.
Suasana karnaval kemudian semakin anggun dengan hadirnya pasukan kebaya. Para peserta mengenakan busana kebaya yang elegan dan penuh pesona, menggambarkan keindahan serta kelembutan perempuan Indonesia. Kebaya juga menjadi simbol penting dalam upaya mengenalkan dan melestarikan budaya bangsa kepada generasi muda.
Keberagaman budaya Indonesia semakin terasa ketika pasukan adat Bali memasuki barisan. Mengenakan busana tradisional lengkap dengan ornamen khas dan berbagai aksesori yang indah, mereka menghadirkan nuansa Pulau Dewata di tengah kemeriahan karnaval.
"Penampilan itu menjadi representasi keberagaman budaya Nusantara yang hidup berdampingan dalam semangat persatuan," ucapnya.
Tak kalah menarik, pasukan robot tampil dengan konsep futuristik yang memadukan imajinasi, teknologi, dan seni. Penampilan unik tersebut memberikan warna tersendiri dalam karnaval. Setelah itu, pasukan tari turut memeriahkan suasana dengan gerakan penuh energi dan ekspresi.
Dengan iringan musik tradisional-modern serta kostum bernuansa kuning yang gemilang, para penari menghadirkan kesan ceria dan anggun. Penggunaan batik jarik dengan nuansa Jawa juga menjadi simbol kecintaan terhadap produk dan budaya Indonesia.
Rangkaian karnaval menunjukkan bahwa keberagaman budaya dan kreativitas dapat berpadu menjadi sebuah pertunjukan yang menarik dan menghibur. Dari lantunan musik drumband, keindahan batik dan kebaya, kekhasan adat Bali, kreativitas robot, hingga pesona seni tari, seluruhnya menjadi gambaran Indonesia yang kaya budaya dan kreativitas.
Penampilan peserta mendapat apresiasi dari penonton melalui tepuk tangan meriah sebagai bentuk penghargaan atas semangat dan kreativitas yang telah ditampilkan.
MIN 4 Sragen berhasil meraih empat kejuaraan yakni juara satu dalam Paramananda, juara dua colour Guard, juara tiga klasemen dan juara dua Field Commander.
Ditambahkan Hidayatul, kegiatan latihan dilakukan selama kurang lebih satu tahun.
"Untuk latihan sekitar setahunan, setiap hari Sabtu supaya hasilnya maksimal," ucapnya . (Ita Wijayanti )
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....