Masih Terbalik? Begini Cara Aman Melepas Aki Mobil Injeksi
- 23 Agt 2026 21:04 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta- Banyak pemilik mobil injeksi yang masih bertanya-tanya mengenai prosedur yang benar saat melepas maupun memasang aki. Salah satu aturan yang sering didengar adalah saat melepas aki harus diawali dengan melepas kutub negatif (-), sedangkan saat memasangnya harus dimulai dari kutub positif (+). Lalu, apakah aturan tersebut memang wajib dilakukan atau hanya sekadar mitos yang diwariskan dari mekanik ke mekanik?
Jawabannya adalah benar, dan prosedur tersebut bukan hanya berlaku untuk mobil injeksi, tetapi juga hampir semua kendaraan bermotor yang menggunakan sistem kelistrikan dengan kutub negatif sebagai ground (massa). Pada mobil modern, bodi dan sasis terhubung langsung dengan terminal negatif aki. Oleh karena itu, urutan pelepasan dan pemasangan terminal aki memiliki tujuan utama untuk mencegah terjadinya hubungan arus pendek (short circuit) yang dapat merusak komponen kelistrikan maupun membahayakan teknisi.
Ketika ingin melepas aki, terminal negatif (-) sebaiknya dilepas terlebih dahulu. Setelah terminal negatif terlepas, seluruh bodi mobil tidak lagi terhubung dengan kutub negatif aki. Dengan kondisi tersebut, apabila kunci pas atau alat kerja secara tidak sengaja menyentuh bodi mobil saat melepas terminal positif (+), tidak akan terjadi percikan listrik karena rangkaian sudah terputus. Hal ini membuat proses pelepasan aki menjadi jauh lebih aman.
Sebaliknya, jika terminal positif dilepas lebih dahulu sementara terminal negatif masih terhubung, risiko korsleting menjadi lebih besar. Misalnya, saat mengendorkan baut terminal positif menggunakan kunci pas, tanpa sengaja kunci tersebut menyentuh bodi mobil. Karena bodi masih terhubung ke kutub negatif aki, arus listrik akan mengalir dan menyebabkan percikan api yang cukup besar. Dalam kondisi tertentu, percikan tersebut bahkan dapat merusak sekring, modul elektronik, atau memicu ledakan apabila terdapat gas hidrogen dari aki basah.
Saat memasang aki, prosedurnya justru dibalik. Terminal positif (+) dipasang terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan terminal negatif (-). Alasannya sama, yaitu meminimalkan risiko korsleting selama proses pemasangan. Ketika terminal positif dipasang sementara terminal negatif belum terhubung, bodi mobil masih belum menjadi bagian dari rangkaian listrik sehingga apabila alat kerja menyentuh bodi, tidak akan menimbulkan hubungan pendek.
Pada mobil injeksi modern yang dipenuhi berbagai modul elektronik seperti ECU, TCU, sensor, hingga sistem infotainment, menjaga prosedur pelepasan dan pemasangan aki menjadi semakin penting. Memang, kesalahan urutan belum tentu langsung merusak ECU, tetapi risiko percikan listrik, lonjakan tegangan, maupun kerusakan pada komponen elektronik akan jauh lebih besar. Oleh karena itu, mengikuti prosedur yang benar merupakan langkah sederhana untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan kendaraan.
Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia satu pendapat bahwa urutan dalam melepas aki mobil tidak boleh dilakukan terbalik, sebab apabila terbalik ada kemungkinan akan terjadi konsleting pada aki. Sederhananya supaya mudah diingat “lepas kutub negatif pertama dan pasang kutub negatif terakhir”. Namun perlu perhatian khusus terutama pada beberapa mobil modern yang memiliki kelistrikan cukup kompleks untuk tidak terlalu sering mencabut-pasang aki sebab ada kemungkinan akan memunculkan error pada sistem ECU.
(Ihsan Ramadhana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....