Wahana Panorama Nyepen Boyolali, Wisata Edukasi Berbasis Konservasi Alam
- 31 Jul 2026 18:08 WIB
- Surakarta
RRI,CO.ID, Boyolali - Wahana Panorama yang berada di Desa Nyepen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, kini menjadi salah satu destinasi wisata keluarga yang menawarkan perpaduan wisata alam, edukasi lingkungan, dan rekreasi. Namun, di balik perkembangannya, kawasan tersebut memiliki sejarah panjang yang berawal dari upaya pelestarian sumber mata air dan sungai di desa setempat.
Koordinator Lapangan Wahana Panorama, Joko Mulyono, mengatakan secara historis Desa Nyepen dikenal sebagai tempat untuk "menyepi" atau menjernihkan pikiran. Selain itu, wilayah tersebut memiliki banyak sumber mata air yang menjadi potensi alam desa.
"Secara historis, Desa Nyepen merupakan tempat untuk menyepi atau menjernihkan pikiran. Kebetulan di desa ini banyak sumber mata air. Sebelum ada Wahana Panorama, kawasan ini dikenal dengan Umbul Sungsang," ujar Joko Mulyono kepada RRI Sabtu 18 juli 2026.
Ia menjelaskan, sebelum dikembangkan menjadi objek wisata, kondisi sumber mata air dan aliran sungai kurang terawat. Bahkan, masih banyak warga yang membuang sampah ke sungai sehingga mengurangi keasrian lingkungan.
Melihat kondisi tersebut, pada 2013 Ngabdul Kornen bersama tim menggagas penataan kawasan dengan mengajukan nota kesepahaman (MoU) kepada pemerintah desa. Usulan tersebut mendapat persetujuan sehingga proses pengembangan dapat diwujudkan beberapa tahun kemudian.
"Pada tahun 2013, Pak Ngabdul Kornen bersama tim mengajukan MoU kepada pemerintah desa dan disetujui. Pembangunan mulai dilaksanakan pada 2021, kemudian pada 2023 Wahana Panorama resmi dibuka untuk masyarakat," katanya.
Menurut Joko, sebelum lahirnya Wahana Panorama, telah lebih dahulu muncul konsep Pra Panorama melalui wisata Sobo Kali Ringin Walih yang digagas pemuda Kampung Manggis pada 2018. Nama Sobo Kali Ringin Walih memiliki makna mengajak pengunjung kembali mengenang masa kecil yang akrab dengan aktivitas bermain di sungai.
"Kalau dulu waktu kecil, kami bermain di sungai sambil mencari ikan. Melalui Sobo Kali Ringin Walih, anak-anak diajak kembali bermain di sungai, menangkap ikan sekaligus mengenal ekosistem yang hidup di perairan," ujarnya.
Pada periode 2018 hingga 2019, pengelola mengembangkan sejumlah aktivitas wisata berupa tubing dan outbound berbasis edukasi lingkungan. Namun, pengembangan tersebut sempat terhenti akibat pandemi COVID-19 yang menyebabkan seluruh destinasi wisata ditutup selama masa pembatasan aktivitas masyarakat.
Setelah kondisi kembali normal, Wahana Panorama dibuka kembali pada 2023 meskipun proses pembangunan saat itu belum sepenuhnya rampung. Pada awal pembukaan, jumlah pengunjung masih relatif sedikit. Namun, memasuki Juni 2023, kunjungan wisatawan meningkat seiring datangnya libur sekolah.
Kini Wahana Panorama menawarkan berbagai fasilitas rekreasi untuk keluarga, di antaranya lima kolam renang yang terdiri atas satu kolam dewasa dan empat kolam anak, lima kolam terapi, empat grojogan (air terjun buatan), dua lintasan tubing, wahana berkuda, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Selain menjadi tempat rekreasi, Wahana Panorama juga mengusung konsep wisata berbasis konservasi alam dengan mengajak pengunjung lebih mengenal pentingnya menjaga sumber mata air, sungai, dan ekosistem lingkungan sebagai warisan bagi generasi mendatang.
Salah seorang pengunjung Wahana Panorama, Dian, yang berasal dari Kota Semarang, mengaku mengetahui destinasi wisata tersebut melalui media sosial. Rasa penasaran setelah melihat berbagai unggahan tentang keindahan Wahana Panorama mendorongnya untuk berkunjung bersama keluarga.
"Saya tahu Wahana Panorama dari media sosial. Setelah melihat suasana dan fasilitasnya, akhirnya kami memutuskan datang bersama keluarga. Tempatnya nyaman, udaranya sejuk, ada tubing bisa bermain air apalagi hari ini panas bisa ngadem dan cocok untuk berlibur bersama anak-anak," ujar Dian (Agung TN)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....