Burung Sunda Blue Robin, Si Biru Pemalu Penghuni Hutan Pegunungan Indonesia
- 28 Jul 2026 02:39 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman burung tertinggi di dunia. Di antara ratusan jenis burung endemik yang menghuni hutan pegunungan, Sunda Blue Robin (Myiomela diana) menjadi salah satu spesies yang menarik perhatian para peneliti. Burung berukuran kecil ini memiliki bulu berwarna biru tua mengilap pada jantan, sementara betinanya didominasi warna cokelat zaitun yang membantu berkamuflase di lantai hutan.
Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal nasional Treubia (2025) menjelaskan bahwa Sunda Blue Robin merupakan kelompok burung yang memiliki keragaman genetik lebih kompleks dibandingkan yang selama ini diketahui, sehingga menjadi salah satu spesies penting dalam kajian evolusi burung pegunungan di Indonesia. Meski memiliki penampilan yang memikat, Sunda Blue Robin lebih sering terdengar daripada terlihat karena sifatnya yang pemalu dan aktif mencari makan di bawah rimbunnya vegetasi.
Sunda Blue Robin merupakan burung endemik kawasan Sunda Besar yang tersebar di pegunungan Pulau Jawa dan Sumatra. Habitat utamanya berada pada hutan pegunungan yang masih alami, umumnya pada ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut. Burung ini lebih menyukai kawasan yang lembap, memiliki serasah daun tebal, serta ditumbuhi pepohonan rapat. Kondisi tersebut menyediakan sumber makanan berupa serangga, cacing, dan berbagai hewan kecil yang menjadi menu utamanya.
Keunikan lain dari Sunda Blue Robin terletak pada perilakunya. Burung ini lebih sering bergerak sendiri atau berpasangan daripada membentuk kelompok besar. Aktivitasnya didominasi dengan melompat di antara serasah daun untuk mencari mangsa.
Ketika merasa terganggu, burung ini akan segera berpindah ke semak-semak rapat atau batang pohon rendah sehingga cukup sulit diamati di alam liar. Suaranya yang merdu dan bervariasi juga menjadi salah satu ciri khas yang membedakannya dari burung hutan lainnya.
Sunda Blue Robin saat ini menghadapi berbagai ancaman. Hilangnya habitat akibat alih fungsi hutan, fragmentasi kawasan pegunungan, hingga perdagangan burung berkicau berpotensi menurunkan populasinya di alam.
Burung-burung penghuni hutan pegunungan umumnya memiliki kemampuan adaptasi yang rendah terhadap perubahan lingkungan, sehingga kerusakan habitat dalam skala kecil sekalipun dapat memengaruhi keberlangsungan populasinya.
Pelestarian Sunda Blue Robin memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, peneliti, hingga masyarakat. Perlindungan kawasan hutan pegunungan, penegakan hukum terhadap perdagangan satwa liar, dan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga burung endemik merupakan langkah yang sangat diperlukan. Selain mempertahankan keindahan alam Indonesia, upaya tersebut juga membantu menjaga keseimbangan ekosistem hutan yang menjadi rumah bagi beragam flora dan fauna unik. (Nuri)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....