Mengenal Tanaman Bunga Pukul Delapan, Tanaman Hias Cantik yang Mudah Dirawat

  • 24 Jul 2026 19:36 WIB
  •  Surakarta

RRI.C.ID, Surakarta - Bunga pukul delapan (Portulaca grandiflora) merupakan salah satu tanaman hias yang digemari karena memiliki warna bunga yang cerah dan mampu tumbuh dengan baik di daerah beriklim tropis. Tanaman ini berasal dari famili Portulacaceae dan dikenal memiliki bunga berukuran kecil dengan warna yang beragam, seperti merah, kuning, putih, jingga, merah muda, hingga ungu.

Julukan ‘unga pukul delapan’ diberikan karena sebagian besar bunganya mulai mekar pada pagi hari ketika sinar matahari mulai cukup terang, kemudian menutup kembali menjelang siang atau sore. Berdasarkan jurnal Biologi Tropis (2025) waktu mekarnya bunga Portulaca grandiflora dipengaruhi oleh respons tanaman terhadap intensitas cahaya (fotoperiodisme). Bunga umumnya mekar selama sekitar dua jam pada pagi hari, meskipun terdapat sedikit perbedaan waktu mekar antar tanaman.

Tanaman ini memiliki batang yang lunak dan cenderung menjalar sehingga sering dimanfaatkan sebagai tanaman penutup tanah maupun penghias pot gantung. Daunnya berbentuk silindris kecil dengan kemampuan menyimpan air, sehingga bunga pukul delapan tergolong tanaman yang tahan terhadap kondisi kering.

Salah satu keunggulan bunga pukul delapan adalah kemampuannya tumbuh pada lahan yang kurang subur. Tanaman ini lebih menyukai media tanam yang gembur dengan drainase baik karena akar dan batangnya tidak tahan terhadap genangan air.

Penyinaran matahari penuh selama 6–8 jam per hari juga menjadi faktor penting agar tanaman menghasilkan bunga yang banyak dan berwarna cerah. Semakin cukup cahaya yang diterima, semakin optimal proses pembentukan bunga berlangsung.

Selain memiliki nilai estetika, bunga pukul delapan juga menyimpan potensi sebagai tanaman yang kaya senyawa bioaktif. Portulaca grandiflora mengandung berbagai metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan senyawa fenolik yang berpotensi berperan sebagai antioksidan alami. Kandungan tersebut menjadikan tanaman ini mulai banyak diteliti untuk pengembangan bahan baku obat tradisional maupun kosmetik berbasis tumbuhan.

Perawatan bunga pukul delapan tergolong sederhana sehingga cocok bagi pemula. Penyiraman cukup dilakukan satu kali sehari atau saat media mulai mengering. Pemberian pupuk organik maupun pupuk NPK dalam jumlah ringan setiap beberapa minggu dapat membantu mempercepat pertumbuhan dan pembentukan bunga. Selain itu, pemangkasan cabang yang terlalu panjang akan merangsang munculnya tunas baru sehingga tanaman tampak lebih rimbun dan produktif.

Keindahan bunga pukul delapan juga didukung oleh banyaknya variasi warna yang dimiliki. Saat ini telah tersedia berbagai kultivar dengan bunga tunggal maupun bertumpuk menyerupai bunga mawar mini. Warna-warna cerah tersebut mampu menarik perhatian serangga penyerbuk seperti lebah dan kupu-kupu sehingga turut mendukung keberadaan biodiversitas di lingkungan sekitar rumah.

Tanaman ini juga dikenal memiliki kemampuan beradaptasi terhadap suhu tinggi. Daun yang bersifat sukulen berfungsi menyimpan cadangan air sehingga tanaman tetap dapat bertahan ketika curah hujan rendah. Karakter tersebut menjadikan bunga pukul delapan sebagai salah satu pilihan tanaman hias yang hemat perawatan, terutama di wilayah beriklim panas.

Dengan keindahan bunga, kemudahan perawatan, serta potensi kandungan senyawa bioaktif yang dimilikinya, bunga pukul delapan menjadi tanaman yang layak dipertimbangkan untuk menghiasi pekarangan rumah. Tidak hanya mempercantik lingkungan, tanaman ini juga menjadi objek penelitian yang terus berkembang karena manfaat biologis dan farmakologinya yang menjanjikan. (Nuri)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....