Harumnya Kamboja, Menyimpan Banyak Potensi yang Masih Terus diteliti Ilmuwan

  • 04 Jul 2026 18:23 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Bunga kamboja selama ini lebih dikenal sebagai tanaman hias yang banyak tumbuh di halaman rumah, taman, hingga kawasan pemakaman. Di balik tampilannya yang indah dan aromanya yang khas, para peneliti menemukan bahwa tanaman bernama ilmiah Plumeria rubra ini menyimpan beragam senyawa alami yang berpotensi dimanfaatkan dalam bidang kesehatan.

Kajian ilmiah yang diterbitkan dalam Journal of Ethnopharmacology edisi 10 Januari 2021 mengungkap bahwa bunga kamboja (Plumeria rubra) tidak hanya dikenal sebagai tanaman hias, tetapi juga menyimpan lebih dari 110 senyawa kimia alami yang berpotensi dimanfaatkan dalam bidang kesehatan. Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa sebagian besar manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lanjutan dan uji klinis pada manusia.

Dalam berbagai tradisi pengobatan di sejumlah negara, tanaman kamboja telah lama dimanfaatkan untuk membantu mengatasi peradangan, luka, demam, gangguan kulit, hingga nyeri. Sejumlah penelitian laboratorium juga menunjukkan adanya aktivitas antibakteri, antivirus, antioksidan, antiradang, antidiabetes, bahkan potensi antikanker dari ekstrak tanaman ini. Meski demikian, sebagian besar penelitian tersebut masih dilakukan pada tingkat laboratorium maupun hewan uji.

Penulis kajian, Tanay Bihani, menegaskan bahwa potensi farmakologis kamboja memang cukup menjanjikan, tetapi bukti ilmiah yang tersedia belum cukup untuk menjadikan tanaman ini sebagai obat yang terbukti efektif bagi manusia. Diperlukan penelitian lanjutan mengenai mekanisme kerja, keamanan penggunaan jangka panjang, dosis yang tepat, serta uji klinis pada manusia sebelum dapat dimanfaatkan secara luas di dunia medis.

Kajian tersebut juga mengingatkan bahwa masyarakat tidak dianjurkan mengonsumsi bagian tanaman kamboja secara sembarangan. Getah putih yang terdapat pada batang maupun daun diketahui dapat menyebabkan iritasi kulit dan mata, sementara keamanan konsumsi dalam jangka panjang masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Karena itu, penggunaan tanaman ini sebagai obat tradisional sebaiknya dilakukan secara hati-hati dan tidak menggantikan penanganan medis yang telah terbukti.

Selain nilai kesehatannya yang masih terus diteliti, kamboja tetap memiliki manfaat nyata sebagai tanaman hias tropis. Bunganya yang berwarna-warni dengan aroma harum berasal dari senyawa volatil alami, sehingga banyak dimanfaatkan sebagai tanaman lanskap maupun inspirasi industri parfum. Keindahan inilah yang membuat kamboja tetap menjadi salah satu tanaman favorit di berbagai negara tropis.

Penelitian mengenai kamboja menunjukkan bahwa alam masih menyimpan banyak potensi yang dapat dikembangkan melalui ilmu pengetahuan. Namun, setiap temuan ilmiah perlu melalui tahapan pembuktian yang ketat agar manfaatnya benar-benar aman dan efektif bagi masyarakat. Dengan demikian, kamboja tidak hanya dipandang sebagai bunga yang indah, tetapi juga sebagai objek penelitian yang menjanjikan bagi pengembangan ilmu kesehatan di masa mendatang. (Wiwik)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....