Cara Budidaya Nanas agar Panen Maksimal

  • 30 Jun 2026 14:27 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Nanas merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi, baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Meskipun dikenal sebagai tanaman yang relatif tahan terhadap kondisi kering, nanas tetap memerlukan perawatan yang tepat agar mampu menghasilkan buah berukuran besar, manis, dan seragam. Kesalahan dalam pemeliharaan dapat menyebabkan pertumbuhan lambat hingga penurunan hasil panen.

Berdasarkan Jurnal Agrotropika (2024) karya Aulia dan kawan, perawatan tanaman nanas tidak hanya berfokus pada penyiraman, tetapi juga mencakup pemupukan, pengendalian gulma, serta menjaga kondisi tanah tetap ideal bagi perkembangan akar. Berikut cara budidaya pohon nanas agar mendapatkan hasil panen maksimal.

1. Gunakan Bibit yang Sehat

Keberhasilan budidaya nanas dimulai dari pemilihan bibit. Bibit sebaiknya berasal dari tanaman induk yang produktif, bebas penyakit, dan memiliki ukuran seragam. Bibit yang sehat akan tumbuh lebih cepat serta memiliki kemampuan beradaptasi yang lebih baik di lahan tanam.

2. Pastikan Tanah Memiliki Drainase Baik

Tanaman nanas tidak menyukai genangan air. Oleh karena itu, lahan perlu memiliki drainase yang baik agar akar tidak mudah membusuk. Tanah yang gembur juga memudahkan perkembangan sistem perakaran sehingga penyerapan unsur hara menjadi lebih optimal.

3. Lakukan Pemupukan Secara Teratur

Pemupukan menjadi salah satu faktor terpenting dalam meningkatkan produktivitas nanas. Unsur hara seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) berperan dalam pertumbuhan daun, pembentukan akar, hingga perkembangan buah. Pemupukan yang dilakukan secara tepat membantu pembentukan tajuk tanaman yang lebih baik sehingga mendukung proses pembentukan buah pada fase berikutnya.

4. Kendalikan Gulma, Hama dan Penyakit Sejak Dini

Gulma menjadi pesaing utama tanaman nanas dalam memperoleh air dan unsur hara. Jika dibiarkan tumbuh lebat, gulma dapat menurunkan pertumbuhan tanaman karena menyerap nutrisi yang seharusnya digunakan oleh nanas. Pembersihan gulma dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan mulsa untuk menekan pertumbuhannya sekaligus menjaga kelembapan tanah.

Pemeriksaan rutin sangat penting untuk mendeteksi serangan hama maupun penyakit sejak dini. Daun yang menguning, layu, atau muncul bercak sebaiknya segera ditangani agar tidak menyebar ke tanaman lain.

Sanitasi kebun, penggunaan bibit sehat, dan sirkulasi udara yang baik menjadi langkah pencegahan yang efektif dibandingkan mengobati tanaman setelah terserang.

5. Jaga Kelembapan Tanah

Walaupun tahan terhadap musim kemarau, nanas tetap membutuhkan kelembapan tanah yang stabil, terutama pada fase awal pertumbuhan. Penyiraman dilakukan secukupnya agar tanah tidak terlalu kering maupun terlalu basah. Kelembapan yang terjaga membuat akar lebih aktif menyerap nutrisi sehingga pertumbuhan tanaman berlangsung lebih optimal.

6. Berikan Perawatan Menjelang Pembentukan Buah

Saat tanaman memasuki fase generatif, kebutuhan nutrisi meningkat. Pemupukan lanjutan sesuai kebutuhan tanaman membantu pembentukan buah yang lebih besar dan berkualitas. Selain itu, tanaman yang tumbuh seragam akan menghasilkan buah dengan ukuran yang relatif sama sehingga memudahkan proses panen dan meningkatkan nilai jual. (Nuri)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....