Sering Ganti Oli Mineral ke Sintetik, Mesin Jadi Rusak?
- 22 Jun 2026 18:52 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Banyak pemilik mobil masih percaya bahwa sering berganti jenis oli mesin, misalnya dari oli mineral ke semi sintetik atau bahkan ke fully sintetik, dapat menyebabkan kerusakan mesin. Mitos ini sudah beredar cukup lama dan sering membuat pemilik kendaraan ragu saat ingin mencoba oli dengan spesifikasi yang lebih baik. Namun, benarkah pergantian jenis oli tersebut dapat mempercepat kerusakan mesin?
Pada dasarnya, oli mesin memiliki fungsi utama yang sama, yaitu melumasi komponen bergerak, membantu pendinginan, membersihkan kotoran, serta melindungi mesin dari keausan. Perbedaan utama antara oli mineral, semi sintetik, dan fully sintetik terletak pada kualitas base oil serta teknologi aditif yang digunakan. Semakin tinggi kualitas oli, umumnya semakin baik pula ketahanan terhadap panas dan oksidasi.
Mengganti oli mineral ke semi sintetik atau fully sintetik sebenarnya tidak akan merusak mesin selama viskositas dan spesifikasi oli sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Bahkan pada banyak kasus, penggunaan oli sintetik justru memberikan perlindungan yang lebih baik karena mampu menjaga kestabilan pelumasan pada suhu tinggi maupun rendah. Mesin modern pun umumnya dirancang untuk dapat menggunakan berbagai jenis oli selama memenuhi standar yang ditentukan.
Mitos kerusakan biasanya muncul karena setelah beralih ke oli sintetik, beberapa pemilik mobil menemukan rembesan atau kebocoran oli pada mesin yang sudah berumur. Padahal penyebab utamanya bukan karena oli sintetik merusak seal mesin, melainkan karena sifat deterjen oli sintetik yang lebih baik dalam membersihkan kerak dan endapan yang sebelumnya menutupi celah-celah kecil pada seal yang sudah aus.
Hal lain yang sering disalahpahami adalah proses pencampuran sisa oli lama dengan oli baru yang berbeda jenis. Pada kenyataannya, sebagian besar oli modern yang beredar di pasaran telah dirancang agar kompatibel satu sama lain. Meski demikian, penggantian oli tetap sebaiknya dilakukan dengan prosedur yang benar agar sisa oli lama dan kotoran dapat terbuang semaksimal mungkin.
Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia menambahkan ada beberapa mobil di tahun tertentu yang memiliki mesin yang membutuhkan cukup mineral oil. Disarankan untuk pemilik mobil bisa mengikuti sesuai spesifikasi, apabila memang cukup menggunakan mineral oil maka digunakan saja. Sebab mineral oil memiliki harga yang jauh lebih murah dan belum tentu additive yang terdapat pada oli semi atau fully sintetik diperlukan oleh mesin.
Kesimpulannya, sering berganti jenis oli dari mineral ke semi sintetik atau fully sintetik tidak akan membuat mesin mobil cepat rusak selama spesifikasi oli tetap sesuai rekomendasi pabrikan. Bahkan dalam banyak kondisi, peningkatan kualitas oli dapat memberikan perlindungan yang lebih optimal. Oleh karena itu, fokus utama pemilik kendaraan sebaiknya bukan pada jenis oli semata, melainkan pada pemilihan spesifikasi yang tepat dan disiplin dalam jadwal penggantian oli.
(Ihsan Ramadhana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....