Asal Mula Olahraga Terjun Payung
- 22 Jun 2026 22:02 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Olahraga terjun payung atau skydiving yang kini dikenal sebagai salah satu olahraga ekstrem paling populer di dunia ternyata berawal dari upaya manusia mencari cara untuk turun dari ketinggian dengan aman. Gagasan mengenai alat yang dapat memperlambat jatuhnya seseorang sudah muncul sejak berabad-abad lalu, bahkan sebelum pesawat terbang ditemukan.
Menurut sumber dari Encyclopedia Britannica, konsep parasut pertama kali digambarkan oleh ilmuwan dan seniman Italia, Leonardo da Vinci, sekitar akhir abad ke-15. Namun, orang yang dianggap berhasil melakukan demonstrasi nyata penggunaan parasut adalah Louis-Sébastien Lenormand pada tahun 1783. Beberapa tahun kemudian, penerbang Prancis André-Jacques Garnerin melakukan lompatan parasut dari balon udara pada tahun 1797 dan tercatat sebagai lompatan parasut pertama yang sukses dari ketinggian tinggi.
Pada 22 Oktober 1797, Garnerin terbang menggunakan balon hidrogen hingga ketinggian sekitar 900 meter di atas Paris, Prancis. Setelah melepaskan diri dari balon, ia melayang turun menggunakan parasut berbahan sutra. Meskipun mengalami guncangan hebat selama perjalanan turun, ia berhasil mendarat dengan selamat. Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam sejarah penerbangan dan terjun payung.
Perkembangan teknologi parasut terus berlanjut sepanjang abad ke-19. Awalnya, parasut digunakan sebagai perangkat keselamatan bagi penerbang balon udara. Memasuki awal abad ke-20, parasut mulai digunakan dalam dunia penerbangan. Pada tahun 1912, Kapten Albert Berry dari Angkatan Darat Amerika Serikat berhasil melakukan lompatan parasut dari pesawat terbang, membuka era baru penggunaan parasut dalam dunia aviasi.
Penggunaan parasut semakin meluas selama Perang Dunia I dan terutama Perang Dunia II. Selain untuk menyelamatkan pilot, parasut dimanfaatkan untuk menerjunkan pasukan, perlengkapan militer, serta menjalankan berbagai operasi khusus. Pengembangan teknologi militer ini secara tidak langsung turut menyempurnakan desain parasut yang kemudian digunakan dalam kegiatan olahraga.
Setelah perang berakhir, aktivitas terjun payung mulai berkembang sebagai olahraga rekreasi. Banyak mantan personel militer yang tetap melakukan lompatan untuk hobi maupun kompetisi. Kejuaraan dunia terjun payung pertama digelar pada tahun 1951 dan sejak saat itu olahraga ini semakin populer di berbagai negara.
Kini, terjun payung tidak hanya menjadi olahraga ekstrem yang memacu adrenalin, tetapi juga simbol keberanian dan kemajuan teknologi penerbangan. Dari sketsa sederhana Leonardo da Vinci hingga atraksi ribuan penerjun di berbagai belahan dunia, perjalanan panjang olahraga ini menunjukkan bagaimana sebuah inovasi keselamatan dapat berkembang menjadi salah satu olahraga paling menantang dan memikat di dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....