Fakta Buah Pucuk Merah ternyata Bisa Dikonsumsi

  • 28 Mei 2026 11:29 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pucuk merah (Syzygium myrtifolium) merupakan tanaman hias yang sangat populer di Indonesia karena warna daun mudanya yang merah cerah. Selain daunnya yang indah, tanaman ini juga menghasilkan buah kecil berwarna merah hingga ungu kehitaman ketika matang. Banyak orang penasaran apakah buah pucuk merah aman dimakan atau hanya sekadar hiasan.

Berdasarkan jurnal Pharma Saintika karya Dewi Nofita dkk (2026), buah pucuk merah pada dasarnya dapat dikonsumsi dalam jumlah wajar. Tanaman ini termasuk keluarga Myrtaceae, satu kelompok dengan jambu air dan jamblang yang dikenal aman dimakan manusia.

Buah pucuk merah berbentuk bulat kecil dengan diameter sekitar 1–2 cm. Saat masih muda warnanya hijau, kemudian berubah menjadi merah, lalu menjadi ungu tua ketika matang sempurna. Daging buahnya tipis dan memiliki rasa sedikit manis bercampur sepat.

Karena ukurannya kecil dan rasa buahnya tidak terlalu kuat, buah pucuk merah jarang dimanfaatkan sebagai buah konsumsi komersial. Namun, burung sering memakan buah ini karena kandungan air dan gula alaminya.

Hingga saat ini belum ditemukan laporan ilmiah yang menyebutkan bahwa buah matang pucuk merah bersifat beracun bagi manusia. Tanaman ini justru diketahui memiliki kandungan senyawa alami yang berpotensi baik untuk kesehatan.

Pucuk merah mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan alami untuk membantu menangkal radikal bebas. Selain itu, kandungan flavonoid pada pucuk merah juga menunjukkan bahwa tanaman ini memiliki aktivitas antioksidan yang cukup tinggi sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan herbal alami.

Walaupun aman dimakan, buah pucuk merah tetap belum banyak dikonsumsi masyarakat karena penelitian mengenai kandungan gizinya secara khusus masih terbatas. Jika setelah mengonsumsi muncul gatal, mual, atau gangguan pencernaan, konsumsi sebaiknya dihentikan.

Pohon pucuk merah tidak hanya berfungsi sebagai tanaman penghias lingkungan, tetapi juga menyimpan potensi besar di bidang kesehatan. Kandungan flavonoid, fenolik, dan antioksidan pada daun maupun buahnya menjadikan tanaman ini berpeluang dikembangkan sebagai bahan herbal alami. (Nuri)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....