Alasan Bunga Terompet Kuning Sering Disebut Sakura Tropis
- 26 Mei 2026 22:08 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Bunga terompet kuning atau tabebuya merupakan salah satu tanaman hias yang semakin populer di berbagai kota di Indonesia. Pohon ini dikenal karena menghasilkan bunga berwarna cerah yang mekar secara serempak dan menciptakan pemandangan indah menyerupai musim semi di Jepang. Karena keindahan tersebut, masyarakat sering menyebut tabebuya sebagai sakura tropis.
Julukan ini berdarkan Jurnal Bioscientist: Jurnal Ilmiah Biologi karya Rahayu dkk (2025) muncul bukan tanpa alasan, melainkan karena karakteristik visual dan pola berbunga tabebuya memiliki kemiripan dengan bunga sakura di Jepang. Secara ilmiah, tabebuya termasuk tanaman dari famili Bignoniaceae yang berasal dari wilayah Amerika tropis.
Tanaman ini mampu tumbuh dengan baik di daerah beriklim panas sehingga cocok dibudidayakan di Indonesia. Ketika musim berbunga tiba, daun-daun tabebuya biasanya gugur terlebih dahulu, kemudian seluruh cabang dipenuhi bunga berwarna kuning, merah muda, putih, atau ungu.
Fenomena inilah yang membuat tampilannya menyerupai pohon sakura yang sedang bermekaran. Selain karena bentuk visualnya, kemiripan tabebuya dengan sakura juga terlihat dari gugurnya kelopak bunga saat tertiup angin.
| Baca juga: Menelusuri Sejarah Sepeda Pertama di Dunia |
Saat bunga-bunga tersebut jatuh dan menutupi jalan, suasananya dianggap mirip dengan musim hanami di Jepang. Di beberapa kota seperti Surabaya, Malang, hingga Jakarta, tabebuya bahkan dijadikan tanaman penghijauan kota karena mampu menciptakan nilai estetika tinggi pada ruang terbuka hijau.
Keunggulan lain dari bunga terompet kuning adalah daya adaptasinya terhadap iklim tropis. Berbeda dengan sakura asli Jepang yang memerlukan suhu dingin subtropis, tabebuya justru tumbuh optimal pada daerah panas dan cenderung kering. Hal ini membuatnya lebih mudah dirawat di Indonesia. Oleh sebab itu, masyarakat menganggap tabebuya sebagai representasi sakura versi tropis yang dapat dinikmati tanpa harus pergi ke luar negeri.
Popularitas bunga tabebuya sebagai sakura tropis juga dipengaruhi oleh media sosial dan perkembangan wisata kota. Banyak masyarakat mengabadikan momen mekarnya tabebuya, karena dianggap menghadirkan suasana romantis dan menenangkan. Fenomena ini memperlihatkan bahwa tanaman hias tidak hanya berfungsi sebagai penghias lingkungan, tetapi juga mampu membentuk identitas visual suatu kota dan meningkatkan ketertarikan wisata masyarakat terhadap ruang publik.
Dengan demikian, julukan ‘sakura tropis’ pada bunga terompet kuning muncul karena kesamaan visual dengan bunga sakura, terutama saat mekar dan berguguran secara serempak. Selain indah dipandang, tabebuya juga memiliki kemampuan adaptasi tinggi di wilayah tropis serta manfaat ekologis dan biologis yang penting. (Nuri)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....