Rahasia Kabin Adem, Benarkah Foil Bubble Efektif?
- 22 Mei 2026 13:51 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Cuaca panas di Indonesia sering membuat kabin mobil terasa seperti oven, terutama saat mobil parkir di bawah terik matahari. Karena itulah banyak pemilik kendaraan mulai memasang aluminium foil bubble di bagian atap maupun lantai mobil dengan harapan suhu kabin bisa menjadi lebih dingin.
Material ini biasanya berbentuk lembaran bubble wrap berlapis aluminium foil yang cukup populer digunakan sebagai insulasi panas pada bangunan. Namun, apakah benar metode ini efektif diterapkan pada mobil?
Secara teori, aluminium foil bubble memang mampu membantu mengurangi panas yang masuk ke kabin. Lapisan aluminium bekerja memantulkan radiasi panas dari sinar matahari, sedangkan lapisan bubble berfungsi sebagai penghambat perpindahan suhu.
Ketika dipasang di plafon atap mobil, material ini dapat membantu mengurangi panas yang merambat dari permukaan atap menuju interior kabin. Efeknya biasanya akan lebih terasa ketika mobil diparkir lama di area terbuka.
Meski begitu, banyak orang salah kaprah dengan menganggap pemasangan aluminium foil bubble bisa membuat AC mobil menjadi jauh lebih dingin secara instan. Faktanya, material ini lebih berfungsi sebagai insulator tambahan untuk memperlambat peningkatan suhu kabin.
Jadi saat cuaca sangat terik, suhu interior tetap akan naik, hanya saja prosesnya sedikit lebih lambat dibanding mobil tanpa peredam tambahan. Pemasangan di bagian lantai mobil juga memiliki manfaat tersendiri.
Pada beberapa mobil, terutama yang bermesin depan atau memiliki exhaust dekat kabin, panas dari kolong mobil dapat merambat ke area kaki penumpang. Aluminium foil bubble bisa membantu mengurangi hawa panas tersebut sehingga kabin terasa lebih nyaman saat perjalanan jauh atau ketika macet panjang di siang hari.
Namun efektivitas peredam panas ini juga dipengaruhi kualitas pemasangan. Jika pemasangan asal-asalan dan menyisakan banyak celah, panas tetap dapat masuk dengan mudah. Selain itu, penggunaan material terlalu tebal kadang justru menimbulkan masalah baru seperti karpet menjadi tidak presisi atau plafon sulit dipasang kembali. Karena itu proses instalasi sebaiknya dilakukan dengan rapi dan tidak berlebihan.
Hal lain yang perlu dipahami adalah aluminium foil bubble bukan peredam suara utama. Banyak pengguna berharap kabin menjadi lebih senyap setelah pemasangan, padahal fungsi utamanya adalah mengurangi transfer panas. Untuk mendapatkan efek kabin lebih hening biasanya tetap diperlukan tambahan material peredam khusus berbahan butyl atau foam acoustic yang memang dirancang untuk meredam getaran dan noise.
Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia sepakat bahwa aluminium foil bubble mampu mengurangi panas yang masuk. Sebagian besar pemilik mobil melakukan pemasangan pada bagian atap dan lantai sebab ditujukan untuk menghalau perambatan panas yang terpancar dari sinar matahari terik. Namun perlu diketahui bahwa penambahan aluminium foil bubble ini belum tentu efektif untuk membuat kabin menjadi lebih senyap.
(Ihsan Ramadhana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....