Video Game: Dari Rasa Bosan Jadi Pundi Uang
- 19 Mei 2026 07:29 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Kesuksesan industri game modern tidak lepas dari berbagai judul ikonik seperti Dota 2, Minecraft, serta GTA San Andreas. Sebuah inovasi sederhana yang dikembangkan yang mampu menghasilkan pundi-pundi uang. Namun pernahkah kita bertanya bagaimana awal mula dari semua ini?
Dikutip dari situs resmi Brookhaven National Laboratory (BNL), pada tahun 1958, William Higinbotham menciptakan Tennis for Two guna mengusir kebosanan, karena merasa suasana pameran di BNL terlalu kaku dan membosankan. Sebuah permainan tenis elektronik pengontrol terpisah yang terhubung ke komputer analog dan menggunakan osiloskop sebagai layar yang sekarang disepakati sebagai cikal bakal video game.
| Baca juga: Inilah Varian Kolak, Hidangan Khas Ramadan |
Memasuki awal tahun 1960-an, perkembangan video game semakin pesat dengan munculnya Spacewar!. Dikutip dari LABoral Centro de Arte, video game ini diciptakan oleh sekelompok mahasiswa MIT. Spacewar! merupakan salah satu game digital pertama yang dapat dimainkan dikomputer, menjadikannya tonggak penting industri game di masa depan.
Satu dekade setelahnya, video game mulai memasuki ranah komersial. Dikutip dari Britannica, Atari memainkan peran besar dalam hal ini dengan merilis game arcade seperti Pong. Pong sukses besar di pasaran dengan terjual lebih dari 8.000 mesin arkade Pong pada tahun 1972. Namun pada tahun 1980-an popularitas video game menurun, disertai menurunnya popularitas Pong.
Penurunan popularitas terus berlanjut hingga tahun 1983 yang dikenal sebagai peristiwa Video Game of Crash 1983. Dikutip dari cgcvideogames, ada beberapa faktor pemicu seperti banyaknya video games berkualitas rendah hingga kejenuhan pasar yang diperburuk dengan munculnya komputer pribadi. Perusahaan yang paling terdampak adalah Atari dengan kerugian lebih dari $350 juta.
Situasi mulai berubah pada tahun 1985 ketika Nintendo memperkenalkan Famicom yang didesain ulang, yang dirilis secara internasional sebagai Nintendo Entertainment System (NES). NES membatun memulihkan kepercayaan konsumen terhadap industri video game. NES sukses bersama berbagai judul game seperti Super Mario Bros, The Legend of Zelda, juga Tetris.
Kini, video game telah berkembang menjadi industri bernilai miliaran dolar. Dari hiburan sederhana untuk mengusir kebosanan, video game kini menjadi bagian penting budaya modern di berbagai platform, mulai dari konsol hingga perangkat mobile. Perjalanan ini menunjukkan bagaimana inovasi kecil dapat tumbuh menjadi industri global yang besar. (Azzam LPU)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....