Batas Wajar Bermain Game bagi Anak, Ini Penjelasan Ahli

  • 23 Apr 2026 19:02 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Bermain game sudah menjadi bagian dari kehidupan anak-anak di era digital. Namun, pertanyaan tentang berapa lama waktu bermain game yang masih tergolong wajar terus menjadi perhatian orang tua dan pakar kesehatan. Tanpa batasan yang jelas, aktivitas ini dikhawatirkan dapat berdampak pada perkembangan fisik maupun mental anak.

Sejumlah penelitian dan laporan media luar negeri menyebutkan bahwa batas aman bermain game biasanya mengikuti pedoman screen time secara umum. Misalnya, laporan dari The Lancet Child & Adolescent Health yang dikutip oleh Time menyarankan anak usia 8–11 tahun tidak menghabiskan lebih dari dua jam per hari di depan layar untuk menjaga fungsi otak seperti memori dan perhatian . Sementara itu, otoritas kesehatan di Swedia juga merekomendasikan anak usia 6–12 tahun membatasi screen time maksimal dua jam per hari .

Para ahli menekankan bahwa durasi bukan satu-satunya faktor penting. Kualitas konten game dan keseimbangan aktivitas sehari-hari juga sangat berpengaruh. Anak yang tetap aktif secara fisik, cukup tidur, dan memiliki interaksi sosial yang baik cenderung tidak mengalami dampak negatif meski bermain game dalam batas wajar.

Penelitian lain menunjukkan bahwa penggunaan layar yang berlebihan dapat berdampak pada kesehatan mental anak. Studi besar yang melibatkan ratusan ribu anak menemukan bahwa semakin tinggi durasi screen time, semakin besar risiko munculnya masalah emosional seperti kecemasan dan depresi. Bahkan, kebiasaan ini dapat membentuk siklus di mana anak semakin bergantung pada layar untuk mengatasi emosinya.

Di sisi lain, tidak semua penggunaan game berdampak buruk. Beberapa studi internasional menunjukkan bahwa penggunaan layar dalam jumlah tertentu tidak selalu merugikan, terutama jika kontennya edukatif dan sesuai usia. Bahkan, ada penelitian yang menemukan bahwa penggunaan hingga beberapa jam per hari tidak selalu berkorelasi langsung dengan dampak negatif, tergantung konteksnya .

Meski demikian, para peneliti sepakat bahwa penggunaan berlebihan tetap harus dihindari. Anak-anak yang menghabiskan waktu layar lebih dari empat jam per hari diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan perhatian, masalah perilaku, hingga gangguan tidur . Oleh karena itu, pengawasan orang tua menjadi kunci dalam mengatur kebiasaan bermain game.

Sebagai langkah pencegahan, orang tua disarankan membuat jadwal bermain yang seimbang, misalnya maksimal 1–2 jam per hari untuk anak usia sekolah, serta memastikan anak tetap melakukan aktivitas lain seperti olahraga dan belajar. Dengan pengaturan yang tepat, bermain game tidak harus menjadi ancaman, melainkan bisa menjadi hiburan yang aman dan bermanfaat bagi anak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....