Bensin Tergantikan Air? Ini Kebenaran Air Nikuba
- 23 Apr 2026 15:56 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Isu tentang “air nikuba” sempat ramai diperbincangkan sebagai terobosan energi alternatif yang diklaim mampu menggantikan bensin. Klaim ini tentu menarik perhatian, terutama di tengah naiknya harga bahan bakar dan dorongan global untuk beralih ke energi ramah lingkungan. Namun, apakah benar air nikuba bisa menjadi solusi nyata? Mari kita kupas secara objektif dan berbasis logika ilmiah.
Air nikuba diklaim sebagai teknologi yang mampu mengubah air biasa menjadi sumber energi untuk kendaraan, bahkan disebut-sebut bisa langsung menggantikan bensin. Umumnya, konsep ini dikaitkan dengan proses pemecahan molekul air (H₂O) menjadi hidrogen (H₂) dan oksigen (O₂), di mana hidrogen kemudian digunakan sebagai bahan bakar.
Secara teori, hidrogen memang bisa menjadi bahan bakar alternatif. Bahkan, mobil berbasis hidrogen sudah dikembangkan oleh berbagai produsen otomotif dunia. Namun, ada beberapa hal penting yang perlu dipahami:
1.Energi Tidak Muncul Begitu Saja
Untuk memecah air menjadi hidrogen dan oksigen diperlukan energi listrik (proses elektrolisis). Artinya, energi yang dihasilkan tidak “gratis” karena tetap membutuhkan sumber energi lain.
2.Efisiensi Energi Rendah
Proses konversi dari air → hidrogen → energi kembali memiliki banyak kehilangan energi (loss). Dalam banyak kasus, energi yang dibutuhkan lebih besar dibandingkan energi yang dihasilkan.
3.Teknologi yang Digunakan Harus Jelas
Klaim air nikuba seringkali tidak disertai penjelasan teknis yang transparan, seperti sistem penyimpanan hidrogen, tekanan, keamanan, hingga efisiensi mesin. Perbandingan dengan teknologi yang sudah ada saat ini, energi alternatif yang lebih realistis dan sudah terbukti antara lain mobil listrik (EV) yang menggunakan baterai sebagai sumber energi utama, fuel cell hidrogen yang mengubah hidrogen menjadi listrik untuk menggerakkan motor, dan biofuel seperti biodiesel atau bioetanol. Semua teknologi tersebut sudah melalui uji ilmiah, sertifikasi, dan digunakan secara luas—berbeda dengan air nikuba yang masih kontroversial.
Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia berpendapat bahwa menurut penemu nya Nikuba berasal dari kata “Niku Banyu” yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai “itu air”. Sebenarnya teknologi ini telah diaplikasikan pada mesin dengan HHO System yang telah banyak dipakai pada mesin genset diesel untuk mengurangi beban kebutuhan solar nya.
Sistem HHO atau Hydrogen Hydrogen Oxygen bekerja dengan proses elektrolisis air hingga menghasilkan hydrogen dan oxygen. Hydrogen akan berperan sebagai fuel dan Oxygen akan berperan sebagai katalis, jadi ketika dibakar akan menjadi air lagi.
Perlu diketahui bahwa HHO ini tidak stabil, yang dimaksud adalah tidak bisa variable RPM Oleh sebab itu HHO ini sulit diimplementasikan pada mobil konvensional dan lebih banyak diterapkan di mesin excavator, dozer, dan genset yang ketiganya ini memiliki rpm yang tidak lugas.
(Ihsan Ramadhana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....