Penjual Bunga Tabur Inspirasi Perempuan Tangguh
- 03 Apr 2026 20:40 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Sosok ibu kuat penjual bunga tabur, Yumi Yunarti (69) sepantasnya menjadi inspirasi bagi kaum perempuan di era sekarang. Badannya yang tak lagi tegap, sedikit membungkuk, terlihat kurus, kulitnya pun telah keriput, tetapi tak menyurutkan semangat untuk mencari nafkah. Setiap hari Yumi menyusuri jalan menuju lapak payung kecil tempatnya mengais rejeki di pasar Debegan Mojosongo Jebres Solo. Lapak yang tak jauh dari rumahnya itu , ia tempuk sekitar 30 menit .
Yumi membuka lapak dagangan bunga tabur sekitar pukul 06.00 WIB hingga menjelang waktu mahgrib . Meski lapak payung tak lagi layak untuk berjualan, bahkan sudah banyak yang sobek dan ditambal dengan kain seadanya, Yumi tidak malu beberapa bungkus bunga tabur sisa kemarin yang tak lagi segar ditata rapi sembari menyeka keringat yang menetes di dahinya. Setelah semua tertata, saatnya menunggu pelanggan yang datang dan membeli bunga untuk kebutuhan ziarah kubur atau lainnya ./ Yumi mengaku di bulan ramadhan lalu , penghasilannya tidak pasti ,bahkan jauh berkurang bila dibandingkan bulan kemarin , tetapi ia sangat bersyukur masih cukup untuk membeli makan sehari-hari .
“ Sehari dapat Rp 25.000 kadang ya Rp 40.000 , cukup untuk beli nasi bungkus , ndak papa saya syukuri ,” kata Yumi dengan sumringah , Sabtu (4 April 2026).
Pekerjaan menjual bunga tabur setia dilakoninya sejak tahun 2009 demi memenuhi kebutuhan sehari-hari . Yumi ibu 4 anak itu tidak mau menggantungkan kiriman uang dari anaknya ,karena keempat anaknya telah berkeluarga dan memiliki kebutuhan sendiri . Bahkan Ia pun tak mau meminta belas kasihan orang -orang di sekitarnya . Meski begitu Yumi sudah membelikan rumah sederhana untuk anaknya yang tinggal satu lingkungan , anak -anak lain mengikuti suaminya merantau ke luar kota .
“ Dulu saya sudah beli rumah sederhana untuk anak mbarep hasil nabung sedikit sedikit , yang lain ikut suami merantau ke Jakarta , “ ujar Yumi dengan bangga .
Di bulan Syawal ini, dagangan bunga tabur Yumi masih ramai pembeli , bahkan sedikit meningkat dibandingkan bulan Ramadan kemarin. Penghasilannya pun naik ,dalam sehari bisa mendapatkan 50 ribu hingga 100 ribu rupiah .
Salah satu pelanggan Fera , mengaku Ia sering membeli bunga di lapak Yumi karena lebih murah dibanding lapak-lapak lain di pasar Debegan Mojosongo Solo.
“ Harga satu bungkus Cuma Rp 10.000 , kalau lapak lain kadang lebih mahal sedikit karena kualitas bunga juga lebih bagus ,” kata Fera . Selain murah, Yumi juga terkenal ramah dan supel bila melayani pembeli. (Ita Wijayanti )
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....