Kenali Fenomena ASMR, Tren Santai yang Bikin Pikiran Ikut Chill

  • 31 Mar 2026 22:15 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Fenomena ASMR kian populer di era digital, terutama di platform seperti YouTube. Konten ini digemari karena mampu memberikan rasa tenang melalui rangsangan sederhana, menghadirkan pengalaman sensorik yang unik dan mudah diakses siapa saja.

ASMR atau Autonomous Sensory Meridian Response merupakan sensasi menggelitik yang menenangkan. Dilansir dari Alodokter, sensasi ini biasanya muncul dari area kepala lalu menjalar ke tubuh akibat rangsangan tertentu—baik berupa suara, visual, maupun kombinasi keduanya.

Popularitas ASMR meningkat seiring kreativitas para kreator digital. Menurut STIESTEKOM, konten ASMR di YouTube menarik perhatian karena memberikan pengalaman yang personal dan emosional. Banyak kreator memanfaatkan suara-suara sederhana untuk menciptakan efek relaksasi yang kuat.

Teknik ASMR berfokus pada stimulasi audio dan visual yang lembut, seperti bisikan, ketukan, gesekan benda, atau gerakan tangan yang lambat. Stimulus yang berulang dan halus ini dirancang untuk memicu respons rileks pada pendengar.

Jenis ASMR juga terus berkembang. Ada ASMR berbasis suara seperti whispering, tapping, dan eating sounds, serta ASMR visual seperti aktivitas melukis, menyisir rambut, hingga melipat pakaian.

Menurut penelitian yang dimuat dalam jurnal PMC, ASMR berkaitan dengan respons neurologis yang mendukung relaksasi dan regulasi emosi. Efek ini terjadi karena rangsangan tertentu dapat memengaruhi aktivitas otak dan memunculkan rasa nyaman, meski respons tiap individu bisa berbeda.

Manfaat ASMR paling banyak dikaitkan dengan kesehatan mental. Alodokter mencatat bahwa ASMR dapat membantu meredakan kecemasan dengan memperlambat detak jantung serta meningkatkan hormon serotonin, sehingga tubuh terasa lebih rileks dan pikiran lebih tenang.

Selain itu, ASMR juga diketahui membantu meningkatkan kualitas tidur, memperbaiki suasana hati, serta mengurangi stres. Beberapa studi bahkan menyebut ASMR berpotensi meredakan nyeri kronis. Namun, para ahli menegaskan bahwa ASMR bukan pengganti terapi medis untuk gangguan yang membutuhkan penanganan profesional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....