Waspada! Ini Bahan Baju yang Sebaiknya Dihindari karena Berisiko bagi Kesehatan
- 31 Mar 2026 07:07 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Memilih pakaian bukan hanya soal gaya dan kenyamanan, tetapi juga menyangkut kesehatan kulit dan tubuh. Tanpa disadari, beberapa bahan kain yang umum digunakan dalam industri fashion ternyata dapat menimbulkan efek negatif, terutama jika dipakai dalam jangka waktu lama atau pada kondisi tertentu.
Menurut laporan dari World Health Organization (WHO), beberapa jenis bahan tekstil mengandung zat kimia atau memiliki karakteristik yang dapat memicu iritasi kulit dan gangguan kesehatan lainnya. Dalam publikasi tersebut dijelaskan bahwa bahan sintetis tertentu dapat menghambat sirkulasi udara pada kulit dan meningkatkan risiko alergi, terutama pada individu dengan kulit sensitif.
Salah satu bahan yang perlu diwaspadai adalah poliester. Bahan ini banyak digunakan karena tahan lama dan tidak mudah kusut, namun cenderung tidak menyerap keringat dengan baik sehingga dapat menyebabkan kulit lembap dan memicu pertumbuhan bakteri.
Nilon juga berpotensi menimbulkan iritasi karena sifatnya yang panas dan kurang ramah terhadap kulit. Bahan lain yang sebaiknya dihindari adalah akrilik dan spandeks dalam penggunaan tertentu.
Akrilik sering dikaitkan dengan rasa gatal pada kulit. Sementara spandeks yang terlalu ketat dapat menghambat peredaran darah dan menyebabkan ketidaknyamanan.
Tidak hanya itu, pakaian dengan pewarna kimia berlebih juga berisiko menyebabkan reaksi alergi atau dermatitis kontak. Para ahli menyarankan untuk lebih memilih bahan alami seperti katun, linen, atau wol yang lebih ramah kulit dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
Selain itu, penting untuk mencuci pakaian baru sebelum digunakan guna mengurangi sisa bahan kimia dari proses produksi. Dengan pemilihan bahan yang tepat, risiko gangguan kesehatan akibat pakaian dapat diminimalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....