Sering Ganti Merek Oli, Bahaya Tidak?

  • 30 Mar 2026 15:17 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Banyak pemilik mobil sering bertanya-tanya apakah mengganti merek oli mesin setiap kali servis dapat memberikan dampak buruk bagi mesin. Sebagian orang percaya bahwa mesin mobil sebaiknya selalu menggunakan merek oli yang sama agar performanya tetap stabil. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa berganti merek oli bukanlah masalah selama spesifikasinya sesuai dengan kebutuhan mesin.

Pada dasarnya, oli mesin dari berbagai merek memiliki fungsi utama yang sama, yaitu melumasi komponen mesin, mengurangi gesekan, membantu pendinginan, serta membersihkan kotoran di dalam mesin. Selama oli yang digunakan memiliki spesifikasi viskositas dan standar yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan, maka mengganti merek oli sebenarnya tidak akan memberikan dampak buruk pada mesin.

Setiap oli mesin memang memiliki paket aditif yang berbeda-beda, seperti detergent, dispersant, anti-wear, dan anti-oxidant. Perbedaan formula ini terkadang membuat sebagian orang khawatir bahwa mencampur residu oli lama dengan oli merek baru bisa menimbulkan reaksi tertentu. Namun dalam praktiknya, hampir semua oli mesin modern sudah dirancang agar kompatibel dengan oli lain yang memiliki standar serupa, sehingga aman digunakan meskipun berganti merek.

Hal yang lebih penting dibandingkan merek oli adalah memastikan standar kualitas oli, seperti API Service atau standar lain yang direkomendasikan pabrikan mobil. Selain itu, pemilihan tingkat kekentalan oli (misalnya 0W-20, 5W-30, atau 10W-40) juga harus disesuaikan dengan karakter mesin agar pelumasan tetap optimal.

Meski begitu, terlalu sering berpindah ke oli dengan spesifikasi yang berbeda-beda memang bisa menimbulkan efek tertentu, misalnya perubahan karakter suara mesin atau rasa performa yang sedikit berbeda. Hal ini biasanya bukan karena kerusakan mesin, melainkan karena perbedaan sifat pelumasan dan aditif dari masing-masing produk oli.

Jika ingin mengganti merek oli, sebaiknya tetap konsisten pada spesifikasi yang sama dengan oli sebelumnya. Dengan begitu mesin tetap mendapatkan perlindungan yang optimal tanpa harus khawatir terjadi masalah pada komponen internal.

Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia satu pendapat bahwa sering berganti merek oli saat servis tidak akan merusak mesin mobil, selama spesifikasi oli masih sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Yang paling penting adalah menjaga interval penggantian oli beserta filter oli secara rutin dan menggunakan oli asli berkualitas agar mesin tetap awet dan bekerja secara maksimal.

(Ihsan Ramadhana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....