Awal Mula Adanya Bantal Leher

  • 29 Mar 2026 23:10 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Bantal leher yang kini sering digunakan oleh para pelancong modern ternyata memiliki akar sejarah yang panjang. Pada awalnya, manusia menciptakan bantal bukan untuk kenyamanan, melainkan sebagai alat penopang kepala agar tetap stabil saat beristirahat.

Seiring perkembangan peradaban, fungsi ini mulai berkembang menjadi penunjang kesehatan. Terutama untuk menjaga posisi leher agar tetap sejajar dengan tulang belakang dan mengurangi ketegangan otot.

Menurut laporan dari The Washington Post, penggunaan bantal perjalanan termasuk bantal leher baru populer secara luas pada awal abad ke-21, ketika masyarakat mulai menyadari pentingnya kenyamanan saat bepergian jarak jauh. Bahkan disebutkan bahwa sebelumnya orang dapat bepergian tanpa bantal leher, namun kini benda tersebut menjadi perlengkapan umum dalam perjalanan modern .

Jika ditarik lebih jauh ke belakang, konsep dasar bantal sendiri sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Peradaban kuno seperti Mesopotamia telah menggunakan bantal sekitar 7.000 SM, meskipun bentuknya masih keras dan sederhana, bahkan terbuat dari batu.

Fungsi utamanya saat itu adalah menopang kepala dan melindungi dari gangguan lingkungan, bukan kenyamanan seperti sekarang . Memasuki era modern, inovasi berkembang ke arah bantal khusus, termasuk bantal ortopedi yang dirancang untuk menopang bagian tubuh tertentu.

Dari sinilah lahir konsep bantal leher modern, yang dirancang secara ergonomis untuk menjaga posisi leher tetap stabil. Desain ini kemudian diadaptasi menjadi bentuk U yang dikenal luas saat ini, terutama untuk digunakan dalam posisi duduk saat perjalanan.

Kini, bantal leher telah menjadi bagian penting dari gaya hidup perjalanan. Dengan berbagai inovasi seperti memory foam, desain fleksibel, hingga fitur penopang tambahan, bantal ini tidak hanya sekadar alat bantu tidur, tetapi juga solusi praktis untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan selama perjalanan panjang. Popularitasnya terus meningkat seiring tingginya mobilitas manusia di era globalisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....