Filosofi Tersembunyi Tombol PlayStation
- 25 Feb 2026 23:58 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Bagi banyak gamer, tombol segitiga, lingkaran, silang, dan kotak di kontroler PlayStation sudah terasa begitu ikonik. Namun di balik bentuknya yang sederhana, ternyata tersimpan filosofi desain yang tidak banyak diketahui.
Mengutip dari akun Instagram @jagatplay.id, berbeda dari pendekatan huruf A-B yang digunakan Nintendo maupun Xbox, Sony memilih simbol visual yang universal. Keputusan ini datang dari sang desainer asli, Teiyu Goto, yang ingin setiap tombol memiliki makna intuitif.
Segitiga berwarna hijau melambangkan sudut pandang atau kepala. Tak heran jika dalam banyak game, tombol ini kerap digunakan untuk mengubah kamera atau melihat perspektif berbeda.
Sementara itu, tombol kotak berwarna pink keunguan merepresentasikan selembar kertas atau dokumen. Fungsi awalnya memang dirancang untuk membuka menu atau mengakses informasi.
Lingkaran merah dalam budaya Jepang berarti “maru” atau benar. Sebaliknya, tanda silang biru berarti “batsu” atau salah, sehingga secara orisinal tombol bulat adalah konfirmasi dan X adalah batal.
Ketika PlayStation masuk pasar Barat, terjadi benturan budaya simbol. Banyak pemain Amerika menganggap tanda X identik dengan checklist atau persetujuan.
Perbedaan persepsi ini akhirnya diseragamkan pada era PlayStation 5. Sony menetapkan tombol X sebagai konfirmasi global, termasuk di Jepang, demi konsistensi pasar internasional.
Keputusan tersebut sempat memicu protes dari gamer veteran Jepang. Bagi mereka, perubahan ini bertentangan dengan muscle memory yang telah terbentuk selama puluhan tahun.
Filosofi tombol PlayStation membuktikan bahwa desain bukan sekadar estetika. Ia adalah pertemuan budaya, simbol, dan kebiasaan yang membentuk pengalaman bermain lintas generasi.
(Ridho Wicaksono)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....