Bermula Dari Suka Kebaya, Komunitas Perempuan di Solo Kini Eksis Kampanyekan Berkebaya
- 08 Feb 2023 08:00 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Puluhan perempuan dari berbagai profesi dengan luwesnya mengenakan kebaya warna hitam dan jarik batik wiron motif parang serta berkonde. Mereka berlenggak lenggok fashion show, menari hingga paduan suara.
Hal itu lakukan Komunitas Perempuan berkebaya dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun HUT ke 4 Komunikasi Perempuan Berkebaya di Hotel Dana Solo, Selasa (07/2/2023 ).
Komunitas ini giat mengkampanyekan penggunaan kebaya. Ini sebagai salah satu cara agar kebaya sebagai busana khas wanita tanah air sejak zaman dahulu bisa dilestarikan.
"Untuk nguri-uri kebudayaan Jawa juga sebagai bentuk kampanye agar mencintai busana tradisional. HUT ke 4 Komunitas perempuan berkebaya ini diisi dengan kegiatan menari, dan paduan suara juga Fashion Show," kata Pegiat Perempuan berkebaya Yuni Ediningsih.
Gerakan Perempuan berkebaya ini dibentuk pada tahun 2019 lalu, bermula dari melihat perempuan yang menyukai berkebaya. Sehingga dibentuklah perkumpulan arisan atau berkumpul bersama teman teman setiap hari Selasa dan berwisata wajib mengenakan kebaya kuthu baru, jarik wiron serta berkonde.
“Akhirnya setiap pertemuan arisan di selasa pertama selalu mengenakan kebaya ini sebagai rasa untuk bersenang senang nguri uri kebudayaan Jawa, dan setiap pertemuan mengenakan kebaya, yang berjilbab mengenakan Jilbab,” terang Yuni Ediningsih.
Dikatakan Yuni tidak sia-sia menggiatkan Perempuan berkebaya. Tidak hanya kalangan ibu-ibu akan tetapi para milenial mulai eksis mengenakan kebaya di setiap acara.
Salah satu peserta pecinta kebaya Maryani seorang perias pengantin yang juga ASN dirinya tak segan memakai kebaya di setiap acara. Hal itu untuk memotivasi dan memberi contoh pada generasi muda agar kebaya tidak tergusur busana kekinian.
“Kalau saya sebagai perias pengantin juga bisa memberikan contoh yang betul mengenakan, kebaya, jarik dan memadu padankan. Ternyata memakai kebaya lebih anggun dan menarik, juga pingin memberikan contoh pada kaum milenial kebaya jangan sampai tergusur busana yang kekinian," ujar Maryani.
Seperti diketahui dari gerakan itu berhasil menarik perhatian cukup banyak kaum perempuan berkebaya untuk bergabung mulai dari para perias pengantin, pengusaha dan Instansi pemerintah maupun swasta. Dari 35 peserta kini terus bertambah menjadi 80 orang. Fatimah
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....